Perangi TBC, Pemkab Malinau Percepat Penanggulangan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor.
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 00:40 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), meningkatkan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan dan eliminasi tuberkulosis (TBC).
“Penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral dan peran aktif seluruh unsur di tingkat kecamatan hingga desa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau Yuli Triana, di Malinau, Rabu.
Sebagai upaya percepatan penanggulangan dan eliminasi TBC, maka digelar Rapat Kerja Lintas Sektoral Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Malinau 2026 di Ruang Laga Feratu, Rabu.
“Rapat lintas sektoral ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor dalam pencegahan serta penanggulangan TBC,” katanya.
Yuli menjelaskan, TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius karena penularannya cukup mudah. Seseorang yang menderita TBC dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat berpotensi menularkan penyakit kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya dalam kurun waktu satu tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data DKPPKB, kata dia, sepanjang 2025 sebanyak 3.749 orang telah menjalani skrining TBC di 15 kecamatan dan dari jumlah tersebut ditemukan 291 orang positif TBC.
Angka tersebut, lanjut dia, tidak boleh dianggap remeh. Sebab, setiap kasus yang ditemukan berpotensi menimbulkan penularan lebih luas, termasuk kepada orang yang mengalami TBC laten.
“Untuk mempercepat penanganan, kami menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, tracking TBC terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang meliputi skrining kontak serumah dan kontak erat, penyuluhan, pengambilan dahak, tes tuberkulin hingga pengiriman sampel,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan tersebut melibatkan DKPPKB, puskesmas, kader, camat, kepala desa, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas di desa. Strategi kedua, lanjutnya, adalah pembentukan Desa Siaga TBC sebagai basis pemberdayaan masyarakat.
“Program ini diarahkan untuk mempercepat penemuan kasus, memastikan pengobatan tuntas, mencegah penularan serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan TBC,” kata Yuli.
Adapun tiga indikator utama Desa Siaga TBC yang akan dipantau, sebut dia, meliputi pelacakan kontak, keberhasilan pengobatan, dan terapi pencegahan TBC (TPT).
Pada semester kedua 2026, DKPPKB akan meluncurkan Desa Siaga TBC di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, dan Mentarang.
Kemudian untuk strategi ketiga, lanjutnya, yaitu adanya mobil klinik TBC dengan konsep jemput bola. Layanan ini menyasar wilayah yang belum terjangkau secara maksimal, khususnya daerah dengan potensi penularan TBC yang masih tinggi.
“Tim gabungan dari DKPPKB, RSUD, dan puskesmas akan diterjunkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.”.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!