Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Padukan Seni, Teknologi, dan AI: Sampoerna University Pamerkan 11 Proyek Akhir Mahasiswa VCD

29 Rabu, 26 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Padukan Seni, Teknologi, dan AI: Sampoerna University Pamerkan 11 Proyek Akhir Mahasiswa VCD Padukan Seni, Teknologi, dan AI: Sampoerna University Pamerkan 11 Proyek Akhir Mahasiswa VCD Doc: Sampoerna University
Ket. Sampoerna University (SU) kembali menggelar Student Exhibition tahunan bertajuk “Crossroad” pada 26–28 Agustus 2026. Memasuki tahun keempat, pameran Program Visual Communication Design (VCD) tersebut mengusung konsep “Meeting Point” yang mempertemukan mahasiswa, komunitas, perusahaan, dan praktisi industri kreatif.

JAKARTA - Sampoerna University (SU) kembali menggelar Student Exhibition tahunan bertajuk “Crossroad” pada 26–28 Agustus 2026. Memasuki tahun keempat, pameran Program Visual Communication Design (VCD) tersebut mengusung konsep “Meeting Point” yang mempertemukan mahasiswa, komunitas, perusahaan, dan praktisi industri kreatif.

Pameran ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menggabungkan seni, desain, teknologi, dan budaya. Kegiatan tersebut juga dinilai relevan dengan perkembangan industri kreatif yang semakin dipengaruhi oleh penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif Indonesia menyerap 27,4 juta tenaga kerja sepanjang 2025. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional dan menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap talenta kreatif yang mampu mengikuti perubahan industri.

Kondisi tersebut membuat kemampuan teknis desain saja dinilai tidak lagi cukup bagi talenta kreatif. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan menggabungkan kreativitas, teknologi, strategi, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dosen Visual Communication Design Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University Arum Githa Putri mengatakan, pembelajaran VCD dirancang agar mahasiswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menghasilkan karya visual, tetapi juga memahami audiens, mengidentifikasi persoalan, mengembangkan konsep, dan menghasilkan solusi komunikasi.

“Di Sampoerna University, mahasiswa VCD tidak hanya dibekali kemampuan untuk menghasilkan karya visual, tetapi juga memahami audiens, mengidentifikasi masalah, mengembangkan konsep, dan menerjemahkannya menjadi solusi komunikasi visual yang relevan,” ujar Githa.

Menurut Githa, perkembangan AI juga membuat mahasiswa perlu memahami cara menggunakan teknologi secara tepat. Kemampuan seperti data thinking, data marketing, dan kolaborasi menjadi aspek penting yang terus dikembangkan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.

“Seiring perkembangan AI, kami juga mengajarkan mahasiswa untuk memahami pemanfaatan teknologi secara tepat, karena AI tetap membutuhkan arahan manusia. Oleh karena itu, kemampuan seperti data thinking, data marketing, dan kolaborasi menjadi penting untuk terus diasah,” jelasnya.

Pendekatan pembelajaran tersebut kemudian diterapkan mahasiswa melalui berbagai proyek yang ditampilkan dalam Student Exhibition. Menurut Githa, proyek yang dikerjakan selama satu tahun tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan proses mahasiswa dalam memahami persoalan dan menemukan solusi.

“Lebih dari sekadar pameran karya, project yang dipersiapkan selama satu tahun ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bagaimana mereka mengembangkan ide, memahami persoalan komunikasi, hingga menerjemahkannya menjadi solusi visual yang relevan bagi industri dan masyarakat,” lanjut Githa.

Tahun ini, 11 Final Year Projects mahasiswa VCD Sampoerna University dipamerkan dengan pendekatan gamifikasi. Karya-karya tersebut meliputi Interactive Waste Sorting Game karya Samantha Inggrid, A Social Board Game karya Bening Mahamaya Winata, dan Learning Interactive Video on Pet First Aid karya Innaya Putri Munandar.

Pameran juga menghadirkan Interactive Video Learning About Food Hygiene karya Adinda Shifa A.P.S, Indonesia Traditional Food Card Game karya Dinda Safira, serta Interactive Video Learning on Type 2 Diabetes Mellitus karya Aurelia Adyarini Kacaya. Selain itu, terdapat A Horror Short Film karya Daffa Devara dan Animated AR Board Game for Learning Gamelan Gangsa karya Jocelyn Lym.

Karya lainnya adalah Booth Design Blender Add-On karya Graciella T.N.S, Educational Short Animation About Kite Flying karya Feby Theresia, serta Web-Based Bisindo Application karya Jenifer Alexandra Anwari. Beragam karya tersebut menunjukkan pemanfaatan media interaktif, animasi, permainan, hingga teknologi digital dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Salah satu mahasiswa yang berpartisipasi adalah Dinda Safira melalui karya Indonesia Traditional Food Card Game: Catur Rasa. Permainan kartu tersebut mengangkat kekayaan kuliner tradisional Indonesia dengan memadukan unsur edukasi dan permainan yang dirancang agar dekat dengan generasi muda.

“Melalui Catur Rasa, saya ingin memperkenalkan kembali kekayaan makanan tradisional Indonesia yang telah mengalami akulturasi dengan budaya lain, dengan menggabungkan unsur edukasi dan permainan kartu yang dekat dengan anak muda,” kata Dinda.

Selain pameran karya mahasiswa, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga menghadirkan tiga sesi berbagi bersama praktisi industri kreatif. Pengunjung juga dapat mengikuti enam sesi berbagi pengalaman bersama alumni untuk memperoleh gambaran mengenai proses kreatif dan perkembangan dunia kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.