Bukan Cuma Hiburan, Film Jadi Mesin Uang Baru Jakarta: BI Ungkap Strateginya!
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta menegaskan industri film bukan lagi sekadar hiburan, tapi mesin uang baru yang bisa menggerakkan ekonomi Jakarta hingga ke warung UMKM.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, dalam gelaran Jakarta Film Summit (JFS) x Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 di Park Hyatt Jakarta, 20-21 Oktober 2026. Adapun acara ini dihadiri Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno beserta lebih dari 1.000 profesional film dalam dan luar negeri
"Transformasi ekonomi Jakarta sudah jelas ke sektor jasa. Pangsa sektor jasa naik dari 53,95% pada 2019 menjadi 55,87% pada 2025. Film ini penghubungnya. Dari satu film, yang hidup bukan cuma sutradara dan artisnya, tapi tukang kostum, katering, sewa alat, transport, hotel, sampai UMKM lokal semua kebagian," ungkap Iwan di Jakarta, Selasa (20/10).
JFS x JEF 2026 yang mengusung tema “Advancing Creative Economy to Elevate Jakarta’s Global Competitiveness” memang sengaja mempertemukan pemerintah, lembaga keuangan, investor, hingga sineas dalam satu forum. Tujuannya satu: menjadikan Jakarta kota yang ramah produksi film dan dilirik investor internasional.
Kolaborasi Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta dan mitra strategis ini melanjutkan misi JEF yang diinisiasi sejak 2023 sebagai forum pertukaran gagasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di hari pertama, fokus pembahasan JFS x JEF sangat praktis dan nendang: bagaimana bikin Jakarta jadi kota yang bikin betah rumah produksi?
Mulai dari penyederhanaan perizinan syuting, insentif produksi, pemanfaatan aset daerah sebagai lokasi dan fasilitas produksi, hingga kerja sama industri perfilman di kawasan Asia. Semua dikupas untuk menjadi masukan kebijakan agar Jakarta tak kalah dari kota-kota film dunia.
Menurut Iwan, ekosistem perfilman memiliki rantai nilai yang sangat luas. Dimulai dari penulisan skenario, produksi, pascaproduksi, hingga distribusi. Setiap tahap itu menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini yang ingin kami dorong. Potensi perfilman harus terealisasi menjadi investasi nyata, kesempatan kerja nyata, dan peluang usaha nyata bagi warga Jakarta. Ini bagian dari komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas sambil mendorong pertumbuhan berkelanjutan," ujar Iwan.
Selain forum kebijakan, JEF juga membuka ruang bagi generasi muda dan pelaku usaha. Ada showcasing karya pemenang Lomba Karya Tulis dan Lomba Artikel JEF 2026, pemutaran film pendek hasil kompetisi Jakarta Youth Film Festival (JYFF), mini talkshow ekosistem perfilman, showcase produk UMKM, serta booth layanan ekonomi kreatif dan edukasi kebanksentralan.
Pusat Sinema ASEAN
Gubernur Jakarta Pramono Anung pada kesempatan yang sama menegaskan, Jakarta tidak boleh hanya menjadi jago kandang di industri perfilman nasional. Jakarta harus naik kelas menjadi pusat produksi film di Asia Tenggara dan kota sinema dunia.
"Jakarta memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat produksi film di Asia Tenggara dan kota sinema, karena didukung infrastruktur yang lengkap, keberagaman lokasi syuting, serta konsentrasi industri perfilman nasional," kata Pramono.
Sekitar 80% rumah produksi dan pembuat film di Indonesia beroperasi di Jakarta. Jakarta juga memiliki lebih dari 100 lokasi syuting dengan karakter beragam, mulai dari kawasan bersejarah hingga pusat bisnis modern.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!