Manjakan Biota Laut, Pemprov Jakarta Perkuat Terumbu Karang, Bengkalis Menanam Mangrove
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 07:23 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperluas upaya pemulihan ekosistem laut dengan menanam 10.684 bibit karang di empat pulau dalam gugusan Kepulauan Seribu sepanjang tahun 2026.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Andi Dala Jemma di Jakarta, Selasa, mengatakan bibit karang tersebut didistribusikan ke Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM) di Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Lancang.
Ia mengatakan kegiatan transplantasi karang telah dilakukan sejak awal 2026 dengan total 10.684 bibit yang telah ditanam di empat pulau tersebut. Distribusi tersebut mencakup 4.000 bibit di Pulau Tidung, 3.484 bibit di Pulau Payung, serta masing-masing 1.600 bibit di Pulau Pari dan Pulau Lancang.
Andi menjelaskan, cakupan transplantasi karang tahun ini diperluas ke empat pulau. Sebelumnya, kegiatan serupa hanya berfokus di Pulau Tidung. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jakarta untuk menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat manfaat lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Menurut Andi, terumbu karang memiliki peran vital bagi kehidupan bawah laut maupun keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir. Pemulihan terumbu karang diharapkan memberikan manfaat ekologis yang besar, antara lain menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan daya tarik pariwisata bahari di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah investasi lingkungan, dengan terumbu karang yang sehat, ekosistem laut akan terjaga dan pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi nelayan dan pelaku wisata,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok DPL-BM Karang Mutiara Pulau Lancang Damiyati mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemprov Jakarta. Kelompok tersebut menerima bantuan berupa 400 substrat dan 1.600 bibit karang untuk mendukung proses transplantasi di wilayahnya.
Menurut Damiyati, bantuan tersebut sangat membantu pemulihan ekosistem bawah laut di kawasan Pulau Lancang. “Kami berkomitmen menjaga bibit-bibit karang ini agar dapat tumbuh dengan baik,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanam Mangrove
Sementara itu, Bengkalis menjaga lingkungan laut dengan menanam mangrove. Di pesisir Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau, seorang pria berjalan perlahan di antara ribuan bibit mangrove. Kaki kirinya telah diamputasi dan digantikan kaki palsu yang sesekali menancap dalam lumpur.
Namanya Sefri Afikar. Warga kampung lebih sering memanggilnya Asep. Usianya genap 54 tahun pada 1 Juli lalu. Rambutnya mulai memutih, kulitnya legam terbakar matahari pesisir. Setiap hari, ia mendatangi rumah bibit sederhana di tepi pantai untuk merawat mangrove yang tumbuh dalam polybag hitam.
"Inilah aktivitas saya sehari-hari," katanya sambil memandang deretan bibit mangrove yang memenuhi halaman sempit rumah pembibitan itu. Sepuluh tahun lalu, hidup Asep berubah dalam satu malam. Kecelakaan tabrak lari merenggut kaki kirinya. Ia harus belajar berjalan kembali sekaligus menghadapi kenyataan bahwa banyak pekerjaan yang dulu bisa dilakukan kini tak lagi mungkin.
Ia sempat mencoba berbagai usaha. Namun, tak ada yang memenuhi harapannya. Keterbatasan fisik dan ekonomi membuat hidupnya tidak mudah. "Setelah itu saya kembali ke mangrove. Saya tinggalkan pekerjaan lain. Fokus saya ke mangrove," ujarnya.
Tidak ada jaminan penghasilan besar dari menanam mangrove. Pekerjaannya justru akrab dengan lumpur, panas, dan nyamuk. Hasilnya pun baru terlihat bertahun-tahun kemudian. Namun di tempat itu, Asep menemukan sesuatu yang tidak ia dapatkan dari pekerjaan lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!