Produksi Kopi Terus Dikembangkan Pemkot Sawahlunto
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 07:42 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
SAWAHLUNTO – Melihat tren minum kopi yang begitu marak, komoditas ini layak dikembangkan. Itulah yang tengah ditempuh Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dengan memfasilitasi bantuan lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen kopi. Bantuan diterima dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk memperkuat pengolahan kopi Robusta.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih mengatakan bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan kelompok tani dalam mengolah hasil kopi setelah panen hingga menjadi produk olahan.
“Bantuan ini menjadi salah satu dukungan untuk memperkuat pengolahan kopi Robusta di Sawahlunto, sehingga hasil produksi petani dapat ditangani melalui tahapan pascapanen dan dikembangkan menjadi produk olahan,” kata Heni di Sawahlunto, Selasa.
Lima alsintan tersebut terdiri atas satu unit mesin pengupas biji kopi basah (pulper), satu unit mesin pengupas biji kopi kering (huller), satu unit mesin sangrai, satu unit mesin pembubuk, dan satu unit mesin pengemasan produk kopi bubuk.
Peralatan tersebut akan dimanfaatkan Kelompok Tani Harapan Baru, Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin, untuk mendukung pengolahan kopi hingga menjadi produk siap kemas, termasuk pengembangan 'Kopi Arang' Sawahlunto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anggota DPRD Kota Sawahlunto Sarijanus Kahar mendorong Dinas terkait memberikan pendampingan secara proaktif kepada kelompok tani, terutama apabila menghadapi kendala teknis dalam pengoperasian atau kerusakan alsintan.
“Kalau petani menemukan kendala teknis atau terjadi kerusakan pada alsintan, dinas harus proaktif membantu mencarikan solusi dan memastikan persoalan tersebut segera ditangani,” katanya.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan Pemkot akan mengawal pemanfaatan alsintan tersebut agar bantuan dapat digunakan secara optimal untuk memperkuat pengolahan kopi Robusta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota mengatakan Pemkot juga mendorong penguatan hilirisasi kopi dengan mengembangkan hasil produksi petani menjadi produk olahan bernilai tambah, termasuk mengembangkan 'Kopi Arang' sebagai produk unggulan Sawahlunto.
Bantuan tersebut difasilitasi Dinas Perkebunan dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat. Sawahlunto dan Kabupaten Tanah Datar menjadi dua daerah di Sumatera Barat yang menerima bantuan alsintan pascapanen kopi tersebut.
Kelima peralatan tersebut tengah menjalani running test oleh teknisi penyedia untuk memastikan mesin berfungsi sesuai peruntukannya sebelum dimanfaatkan kelompok tani.
Fasilitasi tersebut mendukung penguatan tahapan pengolahan kopi Robusta di tingkat kelompok tani, mulai dari pascapanen hingga pengemasan produk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!