Indonesia-Malaysia Perkuat Komitmen Perlindungan Satwa Liar Lintas Negara
📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 08:11 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Kemenhut
JAKARTA - Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama dalam perlindungan satwa liar yang bergerak lintas batas negara, ditandai dengan pertemuan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin.
"Satwa liar tidak mengenal batas negara, pergerakan mereka bersifat ekologis dan borderless. Oleh karena itu, pendekatan konservasi juga harus melampaui batas administratif kedua negara dengan tujuan melindungi mereka," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menurut pernyataan diterima di Jakarta pada Jumat (27/2).
Dalam pertemuan yang diadakan di Jakarta pada Rabu (25/2) itu, Menhut menyatakan pentingnya penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia dalam perlindungan satwa liar yang bergerak lintas batas negara.
Dia juga menyampaikan laporan dari jajaran teknis di Provinsi Kalimantan Utara mengenai pergerakan populasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang melintasi batas administratif menuju wilayah Malaysia yaitu Sabah dan Sarawak.
Spesies orangutan yang terdapat di bentang alam Kalimantan itu telah dikategorikan sebagai Critically Endangered atau kritis terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Selain orangutan, terdapat juga satwa lainnya seperti gajah dan bekantan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menhut menekankan bahwa lanskap hutan Kalimantan merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung meski ada batas negara di dalamnya. Fragmentasi habitat, perubahan tutupan lahan, serta tekanan aktivitas ilegal berpotensi meningkatkan risiko terhadap populasi satwa yang sudah terancam punah.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Malaysia menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif Indonesia dan menyatakan kesiapan Pemerintah Malaysia untuk memperkuat kolaborasi teknis antar otoritas kehutanan dan konservasi kedua negara.
Kerja sama itu diharapkan menjadi model pengelolaan konservasi lintas batas negara di kawasan regional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti pembahasan dalam bentuk mekanisme kerja sama formal dan penyusunan kerangka kerja teknis bersama dalam waktu dekat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!