Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA
📅 Senin, 24 Agu 2026, 08:26 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraCINCINNATI – Coco Gauff kembali menunjukkan kelasnya di Cincinnati. Petenis Amerika Serikat itu menaklukkan Jessica Pegula 6-2, 6-4 pada final Cincinnati Open, Senin (24/8), untuk merebut gelar WTA 1000 tersebut untuk kedua kalinya.
Kemenangan ini menempatkan Gauff dalam klub elite juara dua kali Cincinnati, menyamai pencapaian Serena Williams dan Victoria Azarenka.
Gauff sebelumnya menjadi juara pada 2023. Gelar tersebut menjadi momentum penting dalam kariernya karena beberapa bulan kemudian ia sukses meraih gelar Grand Slam pertama di US Open.
Kini, dua tahun berselang, Gauff kembali mengangkat trofi di Cincinnati dengan penampilan yang menunjukkan konsistensi dan ketangguhan luar biasa.
Final menghadirkan sejarah tersendiri karena menjadi final sesama petenis Amerika Serikat pertama di Cincinnati sejak 1970. Gauff tampil dominan sejak awal dan tidak pernah sekalipun berada dalam posisi tertinggal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam waktu kurang dari 30 menit, petenis berusia 21 tahun itu sudah memimpin 5-0. Pegula hanya mampu memperkecil ketertinggalan sebelum Gauff menutup set pertama 6-2.
Dominasi tersebut berlanjut pada set kedua. Gauff kembali mengambil kendali dan memimpin 5-2. Pegula sempat memberikan perlawanan ketika Gauff gagal menutup pertandingan melalui servisnya pada gim kedelapan.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Gauff langsung bangkit dan mematahkan servis Pegula tanpa kehilangan satu poin pun untuk memastikan kemenangan setelah pertandingan berlangsung 1 jam 14 menit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penampilan Gauff sepanjang turnamen memang layak mendapatkan gelar juara. Ia sempat kehilangan set pertama pada pertandingan pembuka melawan Liudmila Samsonova. Setelah itu, Gauff tidak terbendung dan memenangi 12 set secara beruntun.
Dalam rangkaian tersebut, ia hanya kehilangan 32 gim.
Pada final, statistik juga memperlihatkan betapa dominannya Gauff. Ia memenangkan 65 persen poin dari servis pertama, berbanding 47 persen milik Pegula. Gauff juga berhasil mengonversi lima dari enam peluang break point yang didapatnya.
Sebaliknya, Pegula terus mendapat tekanan dalam gim servisnya. Gauff berhasil mengumpulkan 32 poin dari servis lawannya, sementara dirinya sendiri hanya sekali dipaksa bermain hingga deuce.
Pegula mengakui Gauff tampil sangat sulit ditembus. Dalam pidato setelah menerima trofi runner-up, Pegula bahkan menggambarkan permainan Gauff seperti menghadapi "papan pantul" karena hampir setiap bola mampu dikembalikan.
"Hari ini dia seperti papan pantul," kata Pegula sambil bercanda. "Tidak menyenangkan bermain melawannya. Padahal saya juga merasa tidak bermain buruk."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!