Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masjid Cut Meutia Direvitalisasi, Upaya Menjaga Bangunan Sejarah Jakarta

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masjid Cut Meutia Direvitalisasi, Upaya Menjaga Bangunan Sejarah Jakarta Doc: masjidmeutia.com
Ket. Masjid Cut Meutia di Menteng, jakarta Pusat, merupakan bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai merevitalisasi Masjid Cut Meutia yang terletak di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, revitalisasi dilakukan guna menjaga kelestarian fisik bangunan bersejarah peninggalan kolonial, sekaligus mempertahankan fungsi religi sebagai pusat syiar Islam yang inklusif.

"Revitalisasi Masjid Cut Meutia jadi prioritas, karena nilai historis unik yang berbeda dengan sarana tempat ibadah umumnya," ujar Ali. 

Disebutkan Ali, sebelum ditetapkan menjadi masjid pada 1986 bangunan bergaya kolonial tersebut pernah difungsikan sebagai kantor pos. 

Untuk itu, kata Ali, revitalisasi memerlukan pendekatan khusus agar tidak merusak struktur asli serta menggabungkan dua aspek vital yakni wisata religi dan sejarah.

Ia juga meminta pelaksana proyek revitalisasi menerapkan standar "empat tepat" yakni tepat waktu, mutu, anggaran, dan manfaat. 

"Renovasi fisik masjid dilakukan kontraktor spesialis yang memahami karakteristik bangunan tua untuk menghindari kerusakan struktural, seperti kemiringan bangunan yang sudah ada sejak awal," tuturnya.  

Dari sisi pendanaan, lanjut Ali, revitalisasi Masjid Cut Meutia menggunakan pembiayaan kreatif melalui tanggung jawab sosial atau CSR perusahaan.

"Jadi, ini tidak membebani kas daerah. Kami mengucapkan terima kasih kepada CSR yang terlibat dalam revitalisasi Masjid Cut Mutia," ucap Ali.  

Ali menegaskan, setelah direvitalisasi nanti Masjid Cut Meutia tetap menjadi ruang publik yang terbuka dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk non-Muslim, tanpa kehilangan identitas sebagai pusat ketenangan dan syiar Islam.

"Pemerintah bertanggung jawab melanjutkan estafet sejarah ini kepada generasi penerus. Jangan sampai bangunan ini rusak. Revitalisasi ini adalah ikhtiar bersama merawat warisan sejarah dan menjaga identitas Jakarta," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp110.950/Kg, Telur Ayam Rp29.150/Kg

31 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp110.950...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.