Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Berpotensi Melemah - 02 Oktober 2026

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 07:55 WIB | Oleh:
Rupiah Berpotensi Melemah - 02 Oktober 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah masih menghadapi tekanan men­jelang akhir pekan karena sentimen eksternal belum mereda, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan kebutuhan devisa, sehingga mempersempit ruang penguatan rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pa­sar global.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat rupiah masih tertekan ragam sentimen eksternal, termasuk dam­pak dari konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

Selain itu, rupiah diprediksi melemah setelah Amerika Serikat (AS) merilis kenaikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang tidak mencakup komponen makanan dan energi sebesar 0,2 persen pada Agustus.

Pada saat yang sama, belanja konsumen AS pada Agus­tus 2026 mencatat kenaikan tercepat dalam lebih dari satu tahun, yang memperkuat keyakinan bahwa perekonomian mampu bertahan menghadapi suku bunga yang lebih tinggi.

Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dol­lar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (2/10), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan mele­mah di kisaran 17.960 - 18.030 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Kamis (1/10) bergerak melemah 72 poin atau 0,40 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.966 rupiah per dollar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pe­lemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indone­sia yang mencapai 3,28 persen.

“Rupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh domestik pengumuman inflasi Septem­ber yang mencapai 3,28 persen level mendekati batas atas target BI (Bank Indonesia) 2,5 persen plus minus 1 persen,” ujarnya di Jakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,28 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada September 2026.

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada Septem­ber 2026.

Adapun secara tahun kalender atau year-to-date (ytd) in­flasi tercatat sebesar 2,17 persen dan inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,30 persen.

Melihat sentimen global, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah menyentuh 5,3 persen imbas kekha­watiran kenaikan bunga Federal Reserve (The Fed) di bu­lan ini.

“Survei menunjukkan 36 persen yakin ada dua kali kenaikan lagi sampai dengan akhir tahun, kenaikan ma­sing-masing 25 bps (basis points).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.