Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TB Masih Mengancam, Pemkab Bangkalan Ungkap Langkah Baru Lewat Kolaborasi

30 Selasa, 06 Okt 2026, 00:10 WIB | Oleh:
TB Masih Mengancam, Pemkab Bangkalan Ungkap Langkah Baru Lewat Kolaborasi TB Masih Mengancam, Pemkab Bangkalan Ungkap Langkah Baru Lewat Kolaborasi Doc: Antara foto/HO Pemkab Bangkalan
Ket. Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja'far menyampaikan arahan tentang penanganan kasus TBC pada acara Rencana Aksi Daerah Tuberkulosis 2027 di Bangkalan, Senin (5/10).

BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur melakukan kolaborasi lintas sektor dalam menyusun Rencana Aksi Daerah Tuberkulosis (RAD-TB) 2027 dan mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di wilayah setempat.

"Keberhasilan pengendalian TB sangat dipengaruhi oleh kuatnya kolaborasi lintas sektor. Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan tugas dan kewenangan sehingga upaya penanggulangan dapat berjalan secara terpadu," kata Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja'far di Bangkalan, Senin.

Dia mengatakan bahwa jumlah penderita TB di Kabupaten Bangkalan hingga saat ini mencapai 1.028 orang.

"TB merupakan penyakit menular yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara serius. Upaya pengendalian tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, akan tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak," katanya.

Menurutnya, penyusunan RAD-TB menjadi langkah penting untuk menyatukan arah dan peran masing-masing perangkat daerah dalam upaya pencegahan serta penanggulangan TB di Kabupaten Bangkalan.

"Dan RAD-TB ini jangan hanya menjadi dokumen, tetapi harus menjadi pedoman bersama untuk melakukan langkah-langkah konkret dalam pencegahan, penanganan, dan pengendalian TB,” ujar Wabup.

Selain penguatan layanan kesehatan, dia juga mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai gejala TB, pentingnya pemeriksaan, hingga kepatuhan dalam menjalani pengobatan merupakan bagian penting untuk memutus mata rantai penularan.

"Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Masyarakat perlu mengetahui gejalanya, tidak takut untuk memeriksakan diri, dan mendapatkan penanganan sedini mungkin,” katanya.

Wabup berharap hasil pertemuan penyusunan RAD-TB dapat segera diterjemahkan ke dalam program dan aksi nyata di lapangan.

Dengan sinergi lintas sektor, penguatan pelayanan kesehatan, serta keterlibatan aktif masyarakat, upaya perlindungan masyarakat dari ancaman TB di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Penyusunan RAD-TB ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk membangun sistem penanggulangan TB yang lebih terarah, terpadu, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
PBB: 9 Juta Pengungsi Butuh...

Wah .... 200 SPBU Milik Shell Dilego

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Wah .... 200 SPBU Milik She...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.