Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Energi Bersih Jadi Ladang Cuan Baru, Kadin Sebut RI Berpeluang Tarik 2,3 Triliun Dolar AS

28 Selasa, 06 Okt 2026, 00:07 WIB | Oleh:
Energi Bersih Jadi Ladang Cuan Baru, Kadin Sebut RI Berpeluang Tarik 2,3 Triliun Dolar AS Energi Bersih Jadi Ladang Cuan Baru, Kadin Sebut RI Berpeluang Tarik 2,3 Triliun Dolar AS Doc: Antara foto
Ket. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam pembukaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) serentak Kadin di Jakarta, Kamis (24/9).

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai Indonesia memiliki peluang kuat untuk menarik investasi dalam transisi energi yang secara global mencapai 2,3 triliun dolar AS.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan, transisi energi kini tidak lagi sebatas agenda perubahan iklim, tetapi telah menjadi bagian penting dari daya saing ekonomi, ketahanan energi, dan strategi industri Indonesia.

“Transisi energi semakin menjadi agenda daya saing ekonomi, ketahanan energi, dan strategi industri, dan hal ini sangat penting bagi Indonesia,” ujar Anindya dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, peluang investasi di sektor transisi energi tetap terbuka di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan pola perdagangan, dan meningkatnya perhatian terhadap ketahanan energi.

Investasi global dalam transisi energi mencapai rekor 2,3 triliun dolar AS pada 2025, dengan kawasan Asia Pasifik menyumbang hampir separuh dari total investasi global.

Bagi Indonesia, peluang tersebut juga dinilai signifikan. Berdasarkan kajian jalur Indonesia menuju net zero diperkirakan menciptakan peluang investasi hingga 3,8 triliun dolar AS sampai 2050.

Anin mengatakan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menangkap peluang tersebut, mulai dari kekayaan mineral kritis, potensi energi terbarukan yang melimpah, pasar domestik yang besar, hingga perkembangan sektor kendaraan listrik, baterai, biofuel, dan panas bumi.

“Hal tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan membangun industri yang lebih bernilai tinggi dengan emisi karbon yang lebih rendah di dalam negeri,” kata Anin.

Anindya menyampaikan tiga prioritas yang perlu diperkuat Indonesia dalam mendorong transisi energi.

Pertama, transisi energi harus memperkuat daya saing dan ketahanan energi nasional. Transisi tersebut perlu menghadirkan energi yang andal, terjangkau, dan semakin rendah karbon sehingga dapat memperkuat industri, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

Kedua, Indonesia perlu menangkap lebih banyak nilai tambah dari ekonomi energi bersih, dengan bergerak dari sekadar pemasok bahan mentah menuju industrialisasi hijau.

Ketiga, perlu upaya untuk memperkecil kesenjangan antara ketersediaan modal dan proyek yang siap dibiayai. Hal tersebut dapat dilakukan melalui regulasi yang lebih pasti, proyek yang kredibel, penguatan infrastruktur, serta mekanisme pembiayaan yang membuat investasi berkelanjutan layak dibiayai dalam skala besar.

“Di sinilah kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi sangat penting,” ujar Anin.

Lebih lanjut, Anin menegaskan, Kadin Indonesia terus mendorong semangat Indonesia Incorporated yang mempertemukan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, investor, lembaga keuangan, dan mitra internasional untuk bergerak bersama dalam mendukung tujuan pembangunan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
Luar Negeri
Jerman Siapkan Pasukan Khus...
Luar Negeri
Uni Eropa Dekati Kanada unt...
Luar Negeri
Sedang Viral! Diaspora Indo...
Megapolitan
Dishub Tangsel Tindak Parki...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.