Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Udang Sukamara Jadi Mesin Uang Baru Kalteng, Nilainya Bikin Kaget!

28 Selasa, 06 Okt 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Udang Sukamara Jadi Mesin Uang Baru Kalteng, Nilainya Bikin Kaget! Udang Sukamara Jadi Mesin Uang Baru Kalteng, Nilainya Bikin Kaget! Doc: Antara foto/HO-KKP
Ket. Ilustrasi - Tambak udang.

PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu pengembangan kawasan tambak udang vaname di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara yang telah mampu menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahunnya.

"Ini menjadi salah satu upaya kita dalam memacu pendapatan dengan mengoptimalkan masing-masing potensi yang dimiliki daerah," tegas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Sukamara, Senin.

Pengelolaan dan pengembangan kawasan tambak udang vaname ini dilakukan oleh UPT BLUD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng, Sri Widanarni menambahkan pengembangan kawasan tambak udang ini telah berjalan beberapa tahun dan kini sudah menunjukkan hasil produktivitas yang menggembirakan.

"Karena dari hasil budi daya ini sudah bisa berkontribusi untuk peningkatan pendapatan daerah," terangnya.

Berdasarkan laporan dari BLUD, diproyeksikan pendapatan dari pengembangan budi daya kawasan tambak udang vaname di Sukamara mencapai hingga Rp32 miliar.

Kepala UPT BLUD PBAPL Wahyu Martha Lukyanto mengatakan hingga periode terakhir produksi budi daya yang dikelola pihaknya telah mencapai lebih dari 300 ton.

“Untuk saat ini produksi sudah di atas 300 ton. Kalau sampai akhir tahun, estimasi kami bisa melebihi 400 ton,” terang Wahyu.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat sebanyak 72 kolam budi daya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 kolam telah ditebar dan sisanya ditargetkan seluruhnya selesai ditebar dalam waktu dekat.

Kapasitas produksi ideal dari sarana yang tersedia saat ini berada di kisaran 400 hingga 500 ton per tahun. Menurut Wahyu, produksi setiap kolam berkisar 3,5 hingga 4 ton, bergantung pada kondisi dan kapasitas masing-masing kolam.

Adapun masa pemeliharaan budi daya berlangsung sekitar 120 hingga 140 hari. Namun, jika dihitung secara keseluruhan mulai dari persiapan kolam, pengeringan hingga proses panen, satu siklus membutuhkan waktu lebih dari lima bulan.

“Makanya untuk siklusnya sekitar dua kali dalam satu tahun,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
Luar Negeri
Jerman Siapkan Pasukan Khus...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.