Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes: Ratusan Warga 'Serpong Lagoon' Tangsel Keracunan Air

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 12:55 WIB | Oleh:
Dinkes: Ratusan Warga 'Serpong Lagoon' Tangsel Keracunan Air  Doc: RRI/Saadatuddaraen

TANGERANG - Ratusan warga perumahan "Serpong Lagoon", Tangerang Selatan keracunan air sejak pertengahan Oktober 2016. Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) menyatakan jumlah warga yang keracunan air di "Serpong Lagoon" menjadi 176 orang.

Jumlah korban keracunan air tersebut meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 146. "Per kemarin 176 orang," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza, Kamis (22/10).

Data ini menunjukkan angka peningkatan korban keracunan air dikawasan itu. "Jumlahnya meningkat dari sebelumnya," tambah Oriza.

Warga perumahan itu keracunan akibat mengkonsumsi air bersih yang disalurkan melalui jaringan pipa rumah tangga yang tersedia. Racun yang dimasud adalah adanya bakteri E-coli pada kandungan air bersih dijaringan pipa perumahan itu.

Penyebaran bakteri E.coli di Serpong Lagoon, menurutnya, diketahui dari warga pelanggan air yang dikelola oleh PT Arfa Putra Soegama. Fitria menyebutkan, saat rapat dengar pendapat di DPRD Kota Tangsel pada Rabu, 14 Oktober 2026 angka positif muntaber sebanyak 146 jiwa.

Escherichia coli atau biasa disebut (E.coli) adalah kelompok bakteri yang hidup secara normal di dalam usus manusia dan hewan untuk pencernaan. Beberapa jenis tertentu bakteri ini dapat menghasilkan racun dan menyebabkan infeksi serius melalui makanan dan minuman.

Jenis E,coli yang berbahya adalah STEC (Shiga toxin-producing E,coli). Jenis ini paling berbahaya yang menghasilkan racun Shiga dan dapat merusak lapisan usus serta menyebabkan diare berdarah.

Warga Serpong Lagoon yang memiliki gejala, demam mual muntah mencret masih terus ada. Hingga hari ini masih ada satu orang yang dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi bakteri E.coli.

Dinas kesehatan Kota Tangsel telah minta warga Serpong Lagoon untuk menghentikan pemakaian air yang disalurkan pengembang perumahan tersebut. Penyedia air di perumahan Serpong Lagoon juga wajib membersihkan pengolahan air dan memeriksa baku mutu secara berkala.

Usai kasus muntaber massal terungkap penyedia air bersih tersebut kemudian memberikan bantuan pasokan air bersih kemasan. Pemerintah daerah setempat, lanjut Fitria, juga telah mengirim tanki air bersih.

Diketahui, warga perumahan Serpong Lagoon, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa harus membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Lantaran, air PAM dikawasan tersebut positif mengandung bakteri E.coli dan ratusan jiwa terserang penyakit.

Anis Silvia, warga Serpong Lagoon mengungkapkan dirinya berhenti pakai air distribusi PT Arfa Putra Soegama. Pilihan itu setelah 176 orang positif terjangkit bakteri E coli dari air jaringan perumahan.

Anis mengatakan kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda. Makanya warga kini beralih menggunakan air kemasan galon untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Jadi, anggap aja kalau 10 galon per hari itu Rp200 ribu. Dari pada kami terserang penyakit muntaber," ujar dia, Kamis. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.