Pemerintah Pusat Pilih Jakarta untuk Operasional PFII, Opsi Bali Masih Dikaji
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 17:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPengembangan PFII di Bali diyakini dapat menciptakan hubungan antara aktivitas finansial dan sektor pariwisata. Kehadiran investor dengan daya beli tinggi berpotensi memberikan dampak tambahan terhadap berbagai sektor ekonomi yang terkait dengan aktivitas wisata.
Konsep tersebut membuat Bali tidak hanya dipandang sebagai lokasi alternatif untuk kegiatan finansial internasional. Pulau tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari ekosistem investasi yang menggabungkan layanan finansial, aktivitas bisnis, pariwisata, serta berbagai sektor pendukung lainnya.
Sementara itu, Jakarta akan menjadi titik awal pemerintah dalam mengoperasikan PFII. Setelah tahap awal berjalan, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengembangkan pusat finansial tersebut di Bali setelah proses evaluasi dan persiapan infrastrukturnya selesai.
Keberadaan PFII menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan global. Pusat tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang mendukung masuknya investasi sekaligus memperluas konektivitas Indonesia dengan pelaku ekonomi dan finansial internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan operasional awal di Jakarta, pemerintah dapat memulai pengembangan PFII sambil mempersiapkan ekspansi ke Bali. Adapun keputusan final mengenai lokasi dan bentuk pengembangan PFII di Bali masih menunggu hasil evaluasi pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!