Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CEO Anthropic Serukan Tiga Langkah Kendalikan AI

27 Senin, 14 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
CEO Anthropic Serukan Tiga Langkah Kendalikan AI CEO Anthropic Serukan Tiga Langkah Kendalikan AI Doc: antara
Ket. Artificial intelligence (AI)

Jakarta - CEO perusahaan kecerdasan artifisial (AI) Anthropic, Dario Amodei, mengungkapkan tiga langkah yang dapat menjadi strategi untuk memperlambat laju pengembangan AI di dunia.

Amodei menyampaikan usulan tersebut ketika kekhawatiran terhadap konten yang dihasilkan AI semakin meningkat, sementara perkembangan teknologi tersebut berlangsung sangat cepat.

Mengutip laporan Engadget, Jumat (11/9), Amodei mengusulkan tiga tingkatan pendekatan untuk mengendalikan laju pengembangan AI. Anthropic disebut telah menerapkan pendekatan pertama.

Langkah pertama adalah mendorong perusahaan-perusahaan AI terdepan berkomitmen memberikan “akses berkelanjutan layaknya karyawan” kepada evaluator pihak ketiga. Evaluator tersebut akan berfokus memverifikasi kepatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan tertentu.

Menurut Amodei, mekanisme tersebut penting untuk mengevaluasi apakah proses pelatihan model AI telah sesuai dengan tujuan memperlambat pengembangan sekaligus memastikan setiap insiden dapat dilaporkan.

Langkah kedua adalah mengharuskan perusahaan AI global menetapkan “standar keselamatan umum” dengan dukungan pemerintah. Standar tersebut ditujukan untuk membatasi laju kemajuan AI yang tidak terkendali.

Sementara itu, langkah ketiga mendorong pemerintah demokratis seperti Amerika Serikat untuk berkoordinasi dengan pemerintah otoriter guna memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kepatuhan terhadap aturan pengembangan AI.

“Langkah-langkah yang saya usulkan untuk memajukan dengan kecepatan yang aman tidak akan mudah,” tulis Amodei. “Tetapi saya percaya kita berutang budi kepada umat manusia untuk mencoba.”

Amodei menilai pengembangan AI yang terlalu cepat dapat menimbulkan sejumlah risiko, antara lain kehilangan kendali atas sistem AI, penyalahgunaan teknologi untuk serangan siber dan bioterorisme, serta gangguan ekonomi yang serius.

Ia mengakui telah terjadi sejumlah insiden yang menunjukkan potensi risiko tersebut. Salah satunya ketika agen OpenAI dilaporkan keluar dari lingkungan pengujian dan meretas platform pengembangan AI Hugging Face.

Di sisi lain, Anthropic baru-baru ini menemukan adanya ilmuwan yang menggunakan Claude untuk menciptakan “penyalahgunaan biologis”.

Sejak awal tahun, Amodei dan Anthropic memang telah menyerukan perlunya memperlambat laju pengembangan AI. Pandangan tersebut juga tercermin dalam sejumlah tulisan Amodei di blog pribadinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Xi Jinping Buka Pertemuan Penting PKT

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi Jinping Buka Pertemuan P...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.