Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 19:37 WIB | Oleh:

Proses pembangunan instalasi ditangani bersama Presisi Contractor untuk memastikan rancangan dapat diwujudkan secara presisi tanpa menghilangkan karakter dan narasi desain.

Sementara itu, kontribusi Visalux, Fumira, dan Rafes England melengkapi pengalaman melalui aspek pencahayaan, penyelesaian paviliun, serta eksplorasi fungsi ruang.

Angkat Tradisi Agraris Bali

Tapak Tumbuh juga menghadirkan aktivasi Pound to Grow yang mengajak pengunjung menumbuk padi menggunakan lesung tradisional. Aktivasi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi agraris Bali sekaligus bagian dari kegiatan sosial.

Padi yang dihasilkan melalui aktivitas tersebut dikumpulkan hingga akhir pameran untuk kemudian didonasikan kepada keluarga dan pura di Jatiluwih, Tabanan. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Bali Street Mums Project.

Aktivasi Pound to Grow memperkuat gagasan utama Tapak Tumbuh mengenai siklus material dan kehidupan. Sesuatu yang bermula dari bumi kemudian kembali memberikan manfaat bagi komunitas tempatnya berasal.

Kehadiran Tapak Tumbuh juga sejalan dengan karakter JIA Curated sebagai platform yang mempertemukan craft, design, dan culture. Berangkat dari makna “Jia” sebagai rumah, platform tersebut membawa semangat gotong royong sebagai bagian dari kolaborasi dan dialog kreatif.

“Lebih dari sebuah instalasi, Tapak Tumbuh merupakan pernyataan tentang masa depan desain: bahwa kemajuan, kriya, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan, berakar pada bumi, dan bertumbuh melalui kolaborasi,” kata Eugenio.

Melalui perpaduan inovasi material, pengerjaan kriya, ketelitian eksekusi, dan kolaborasi lintas bidang, Tapak Tumbuh mengajak publik melihat desain bukan hanya sebagai hasil akhir, tetapi sebagai proses yang terus berkembang dari hubungan antara bumi, material, manusia, dan komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bandun...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.