Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 19:37 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Instalasi kolaboratif Tapak Tumbuh: A Landscape in Transformation hadir dalam ajang JIA Curated 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali. Mengusung tema “Nature Weave”, instalasi ini mengeksplorasi perjalanan elemen alam menjadi material, struktur, tekstil, hingga ruang hidup.
Proyek tersebut mempertemukan Moire Rugs, product designer Eugenio Hendro, serta enam mitra kolaborasi, yakni Planawood, Singres Tiles, Presisi Contractor, Visalux, Fumira, dan Rafes England.
Tapak Tumbuh resmi dibuka pada 13 Agustus 2026 dan dapat dikunjungi selama lima hari hingga 17 Agustus 2026. Instalasi ini dirancang bukan sekadar sebagai area pameran, melainkan sebagai living experimental space yang mengajak pengunjung melihat kembali hubungan antara manusia, material, dan alam.
Konsep tersebut berangkat dari gagasan bahwa proses desain bermula dari alam. Tanah, hasil panen, akar, daun, dan vegetasi mengalami berbagai proses transformasi melalui tangan manusia hingga menjadi elemen yang memiliki fungsi sekaligus nilai estetika.
“Dalam Tapak Tumbuh, lanskap tidak kami pahami sebagai sekadar latar, tetapi sebagai proses yang terus bertumbuh dan bertransformasi dengan tujuan yang jelas. Dalam proses itu, niat manusia memegang peran penting dalam mengarahkan hubungan yang lebih baik dengan alam,” ujar Eugenio Hendro, Product Designer sekaligus konseptor Tapak Tumbuh melalui siaran pers pada hari Rabu (19/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Eugenio, instalasi tersebut menggambarkan keterhubungan antara bumi, panen, vegetasi dan manusia. Material yang digunakan tidak hanya ditempatkan sebagai elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari narasi yang membentuk pengalaman ruang.
Empat Lapisan Narasi
Secara konseptual, Tapak Tumbuh dibangun melalui empat lapisan utama, yaitu Earth, Harvest, Vegetation, dan Hands. Lapisan Earth menghadirkan permukaan keramik dan mosaik yang terinspirasi dari tanah, retakan bumi, lapisan geologis serta lanskap pertanian.
Sementara Harvest menerjemahkan hasil panen ke dalam struktur arsitektural dengan memanfaatkan material inovatif berbasis limbah sekam padi. Lapisan berikutnya, Vegetation, diwujudkan melalui lanskap tekstil berskala besar dari Moire Rugs.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hamparan tufted woven vegetation tersebut menyerupai pulau-pulau organik yang terus tumbuh. Relief, tekstur, dan perbedaan ketinggian serat menciptakan permukaan topografis yang dapat dijelajahi pengunjung.
Adapun Hands menjadi titik temu seluruh narasi. Bagian tersebut memperlihatkan produk kolaboratif, furnitur, serta jejak pengerjaan tangan manusia yang menyatukan keseluruhan pengalaman instalasi.
Struktur naratif tersebut menjadi salah satu pembeda Tapak Tumbuh dalam JIA Curated 2026. Alih-alih menampilkan masing-masing kolaborator dalam ruang terpisah, delapan creative maker dirangkai dalam satu perjalanan material dari pintu masuk hingga bagian akhir instalasi.
Material dan Kriya dalam Satu Ruang
Di area masuk, pengunjung disambut permukaan mosaik dari Singres Tiles yang membentuk dinding dengan karakter visual menyerupai jejak tanah. Setiap ubin dibuat dengan proses manual menggunakan cetakan besi sehingga menyimpan jejak pengerjaan pembuatnya.
Sementara itu, Plana mengeksplorasi pemanfaatan limbah sekam padi dan HDPE daur ulang sebagai material struktural dan permukaan arsitektural. Sekam sisa panen dipadatkan menjadi bentuk fungsional yang digunakan untuk menopang kerangka instalasi.
Material tersebut kemudian dipadukan dengan lanskap tekstil dari Moire Rugs. Hamparan tekstil yang menyerupai akar, daun dan serat menghadirkan bentuk spasial yang mengalir dan dapat dijelajahi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!