Benahi Akar Persoalan di Sektor Riil
📅 Selasa, 18 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenjelang penyampaian pidato kenegaraan dan Nota Keuangan RAPBN 2027 oleh Presiden, pemerintah dinilai perlu memastikan APBN mampu mengatasi hambatan sektor riil sekaligus menciptakan pekerjaan berkualitas. “Target pertumbuhan ekonomi harus memiliki keterkaitan nyata dengan investasi, produktivitas, dan kesejahteraan,” ujar Badiul.
Dirinya juga menyoroti target RKP 2027, yakni pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, penciptaan 2,57–3,49 juta lapangan kerja baru, serta peningkatan pekerjaan formal menjadi 40,81 persen. Target tersebut, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi indikator makro, tetapi harus didukung anggaran yang mampu memastikan pencapaiannya dirasakan masyarakat.
Untuk itu, pemerintah perlu menjadikan debottlenecking sebagai agenda fiskal dengan membenahi biaya logistik, kepastian energi, kualitas SDM, akses pembiayaan, infrastruktur, regulasi, dan iklim investasi. Hambatan-hambatan tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap kemampuan sektor riil berkembang dan menyerap tenaga kerja.
Badiul juga menyoroti data Apindo bahwa 60 persen tenaga kerja berada di sektor informal, sementara pengangguran didominasi generasi muda. Karena itu, tantangan RAPBN 2027 bukan sekadar menciptakan pekerjaan, tetapi memastikan pekerjaan yang tersedia produktif, formal, layak, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!