Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR RI Ingin UMKM Naik Kelas Melalui Pemenuhan Standar dan Sertifikasi

📅 Senin, 17 Agu 2026, 18:35 WIB | Oleh:
DPR RI Ingin UMKM Naik Kelas Melalui Pemenuhan Standar dan Sertifikasi Doc: Humas Fraksi PDIP DPR RI
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini

JAKARTA — Komisi VII DPR RI mendorong, pelaku UMKM di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, meningkatkan kualitas produk melalui pemenuhan standar dan sertifikasi. Langkah tersebut, dinilai penting agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar daerah, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional.

Pernyataan tegas itu, diungkapkan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini. Novita mengatakan, standardisasi merupakan bagian penting dari strategi menaikkan kelas UMKM.

"Selain SNI, pelaku usaha juga perlu memperhatikan sertifikasi lainnya. Seperti PIRT, halal, HACCP, dan berbagai standar sesuai karakter produk," kata Novita dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin (17/8).

Menurut dia, standardisasi bukan sekadar persyaratan administratif. Lebih dari itu, standar produk diperlukan untuk memastikan keamanan bahan, meningkatkan kualitas produksi, sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

“Kita memastikan teman-teman tidak hanya mampu berjualan. Tetapi juga, teredukasi tentang bahan-bahan yang aman digunakan dan sesuai standar,” ucap Novita.

Politisi PDIP itu menegaskan, pendampingan terhadap UMKM tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi. Ia mendorong, sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk membantu pelaku usaha melewati seluruh tahapan hingga memperoleh sertifikasi.

“Tidak hanya materi yang diberikan. Kami terus berupaya mendampingi bersama Pemkab Trenggalek bagi teman-teman yang ingin memenuhi persyaratan, sampai mereka menerima sertifikasi,” ujar Novita.

Selain standardisasi, Novita menyoroti persoalan Online Single Submission (OSS) yang masih menjadi salah satu kendala dalam pelayanan perizinan UMKM. Pemerintah pusat terus membenahi sistem digital tersebut agar tidak justru menjadi hambatan bagi pelaku usaha maupun pemerintah daerah.

“Digitalisasi harus menjadi solusi, bukan hambatan. Sistem OSS harus terus diperbaiki agar pelayanan kepada pelaku UMKM di daerah bisa berjalan lancar,” kata Novita.

Kemudian, ia menilai, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan. Pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang lengkap, mulai dari legalitas, standardisasi, akses pasar, infrastruktur hingga konektivitas digital.

Karena itu, dukungan permodalan tetap perlu berjalan beriringan dengan program peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan. Melalui lembaga keuangan maupun program pemerintah daerah.

"UMKM Trenggalek menunjukkan perkembangan positif dan semakin berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Meskipun secara fisik masih ada keterbatasan, teman-teman pelaku UMKM terus bertumbuh signifikan,” ucap Novita.

Diketahui, dorongan itu diwujudkan Novita dengan menghadirkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memberikan pendampingan kepada ratusan UMKM Trenggalek yakni mengenai penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), pada Minggu (16/8). ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.