Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

12,7 Juta Lulusan Tiongkok Masuk Pasar Kerja Saat AI Ikut Mengubah Peta Pekerjaan

📅 Senin, 17 Agu 2026, 18:47 WIB | Oleh:

AI kemudian mempercepat perubahan tersebut.

"Pekerjaan tingkat pemula sering kali lebih mudah diotomatisasi atau digantikan, sehingga pekerja muda menjadi sangat rentan," ujar peneliti EIU tersebut. Bahkan sejumlah tugas tingkat pemula di sektor layanan teknologi informasi mulai dilakukan oleh AI.

Tekanan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah lulusan yang memilih pekerjaan di sektor ekonomi gig. Sebagian pemegang gelar sarjana beralih menjadi pengantar barang atau pekerjaan fleksibel lainnya.

Ekonomi gig di Tiongkok diperkirakan mempekerjakan lebih dari 200 juta orang. Namun, menurut peneliti EIU, ketergantungan pada pekerjaan semacam itu berpotensi menyebabkan penurunan keterampilan, pertumbuhan pendapatan yang lebih rendah, dan berkurangnya perkembangan karier dalam jangka panjang.

Pemerintah Tiongkok telah menyiapkan sejumlah program untuk merespons tekanan tersebut. Pada Juni 2026, kampanye rekrutmen daring yang melibatkan lebih dari 5.000 perusahaan internet menawarkan lebih dari 200.000 lowongan. Pemerintah juga menjalankan kampanye dukungan ketenagakerjaan nasional dari Juli hingga Desember yang mencakup konseling karier, pencocokan pekerjaan, pelatihan dan kesempatan magang.

Perusahaan teknologi juga membuka lowongan dalam jumlah besar. JD.com mengumumkan 25.000 posisi, Tencent berencana merekrut lebih dari 8.000 orang, sedangkan ByteDance membuka sekitar 7.000 posisi yang antara lain berkaitan dengan model bahasa besar dan pencarian berbasis AI.

Sun menilai kebijakan pemerintah Tiongkok untuk menghadapi persoalan tersebut sudah berjalan, tetapi perubahan struktural membutuhkan waktu.

"Saya percaya tren pengangguran lulusan memburuk dalam jangka pendek, tetapi mungkin akan stabil dalam jangka menengah seiring dengan berlakunya penyesuaian struktural," katanya.

Bagi lulusan seperti Fan, 22 tahun, persoalannya lebih sederhana: mendapatkan pekerjaan yang memberikan pendapatan sekaligus stabilitas. Lulusan bidang humaniora dari Sichuan University itu mengatakan pekerjaan di sektor swasta menghadirkan kekhawatiran mengenai beban kerja dan kemungkinan pemutusan hubungan kerja, sementara pekerjaan pemerintah menawarkan stabilitas tetapi dengan pendapatan yang dinilai lebih rendah.

"Bagi sebagian besar dari kita, mencari pekerjaan atau pergi bekerja sangatlah menegangkan," kata Fan.

"Saya tidak tahu persis kapan itu akan terjadi. Saya juga tidak tahu apa yang harus saya lakukan tentang masa depan. Saya hanya bisa menerima kenyataan," ujarnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Luar Negeri
Air Makin Langka, Inggris R...
Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.