Saat Merah Putih Berkibar di Tengah Duka, Tirakatan Ini Penuh Makna
📅 Minggu, 16 Agu 2026, 08:30 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoTumpeng karena itu tidak harus berhenti sebagai simbol syukur. Ia dapat menjadi simbol pembagian. Doa tidak hanya menjadi permohonan, tetapi pengingat tentang tanggung jawab. Renungan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi keberanian melihat keadaan sekarang secara jujur.
Malam 16 Agustus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menurunkan sejenak riuh perayaan dan mendengarkan kembali suara nurani. Saat nama para pahlawan disebut, semestinya terlintas pula wajah saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana.
Di sanalah Merah Putih menemukan makna yang lebih manusiawi. Bukan sekadar kain yang berkibar di tiang, tetapi simbol bahwa warga dari berbagai daerah berbagi nasib, harapan, dan tanggung jawab yang sama.
Tirakatan mengajarkan bahwa Indonesia tidak hanya dibangun oleh tokoh yang tercatat dalam sejarah. Indonesia terus dibangun oleh warga yang mau peduli, berbagi, menjaga persatuan, dan mengubah rasa syukur menjadi tindakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemerdekaan bukan sekadar warisan yang diterima setiap generasi. Ia adalah amanah yang harus diisi kembali dengan kerja, empati, dan keberanian memperbaiki kehidupan bersama. Ketika malam tirakatan selesai, pekerjaan itulah yang seharusnya dimulai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!