Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Merah Putih Berkibar di Tengah Duka, Tirakatan Ini Penuh Makna

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 08:30 WIB | Oleh:

Kontras itu seharusnya tidak membuat perayaan kemerdekaan kehilangan makna. Justru di sanalah persatuan diuji. Kemerdekaan bukan hanya kemampuan merayakan, melainkan kemampuan negara dan masyarakat hadir ketika warga berada dalam kondisi paling rentan.

Pemerintah harus memastikan bantuan menjangkau korban. Aparat harus bekerja cepat. Masyarakat di daerah lain dapat menunjukkan solidaritas melalui bantuan yang terverifikasi, dukungan logistik, maupun kepedulian yang tidak berhenti pada simpati di ruang digital.

Respons terhadap bencana juga mengingatkan bahwa negara merdeka memiliki kewajiban melindungi seluruh rakyat. Upaya evakuasi, pencarian korban, pelayanan kesehatan, pendataan, dan distribusi bantuan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara.

Karena itu, doa dalam tirakatan seharusnya tidak berhenti pada lingkungan sendiri. Ketika warga mendoakan para pahlawan, mereka juga dapat mengingat saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana di Flores.

Duka di NTT adalah duka Indonesia. Kesulitan sebuah keluarga di Flores tetap berada dalam ruang kebangsaan yang sama dengan warga yang malam itu duduk dalam lingkaran tirakatan di Surabaya, Malang, Kediri, Madiun, atau kota-kota lain.

Empati itu semakin penting di tengah arus informasi yang begitu cepat. Bencana dapat menjadi ruang solidaritas, tetapi juga dapat berubah menjadi ruang penyebaran kabar yang belum terverifikasi, kepanikan, bahkan eksploitasi penderitaan.

Salah satu bentuk tirakatan pada zaman sekarang karena itu adalah disiplin terhadap informasi. Menahan diri untuk tidak menyebarkan angka korban yang belum pasti, tidak mengedarkan foto tanpa konteks, dan tidak menjadikan musibah sebagai bahan pertengkaran politik merupakan bentuk tanggung jawab kebangsaan.

Merdeka juga berarti merdeka dari kebiasaan memperlakukan penderitaan orang lain sebagai tontonan.

Syukur berbuat

Tirakatan semestinya tidak berhenti ketika lampu kampung kembali menyala setelah acara selesai. Malam itu seharusnya menjadi titik awal untuk memperbarui komitmen sosial setelah 16 Agustus berlalu.

Generasi muda perlu ditempatkan bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penggerak. Mereka dapat diajak memahami persoalan bangsa melalui pengalaman konkret, seperti belajar memeriksa informasi bencana, memahami tata kelola bantuan, mengenali dampak korupsi, atau menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

Tradisi juga dapat dikembangkan menjadi ruang dialog antargenerasi. Orang tua membawa pengalaman, pemuda membawa gagasan, sedangkan anak-anak membawa rasa ingin tahu. Ketiganya dapat dipertemukan untuk menjawab pertanyaan sederhana, bagaimana membuat kemerdekaan benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari?

Jawabannya tidak selalu membutuhkan proyek besar. Gotong royong, membantu keluarga terdampak bencana, mendampingi anak belajar, menjaga kebersihan lingkungan, menggalang bantuan secara transparan, hingga ikut mengawasi kebijakan publik adalah bentuk-bentuk kecil yang dapat memperkuat kehidupan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.