Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 17:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (15/8), berdampak pada infrastruktur sumber daya air. Saluran irigasi tertutup material longsor dan sistem penyediaan air minum di beberapa wilayah menjadi keruh. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung mengerahkan tim dan menyiapkan tangki air untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan dilakukan menyeluruh. Selain fokus pada jalan, Kementerian PU juga memperkuat pemantauan pada bendungan, sungai, jaringan irigasi, dan layanan air minum.
“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi,” kata Menteri Dody di Jakarta, Sabtu (15/8).
4 Bendungan Dipastikan Aman, Irigasi Wae Laku Terdampak
Berdasarkan pemeriksaan awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, empat bendungan di NTT terpantau aman. Bendungan Raknamo, Bendungan Tilong, Bendungan Lokojange, dan Bendungan Rotiklot tidak menunjukkan perubahan pada tubuh bendungan, puncak, spillway, bangunan pendukung, maupun area sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun dampak gempa ditemukan pada saluran irigasi Bendung Wae Laku di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Saluran tertutup material longsoran berupa tanah, batuan, dan vegetasi dari tebing di sisi saluran. Kondisi tebing yang relatif terjal dan terdapat material lepas juga masih berpotensi menimbulkan longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Air Minum Jadi Keruh, Tangki Air Disiapkan
Dampak gempa juga menyebabkan longsoran yang menutup alur sungai dan mengganggu sistem penyediaan air minum. Akibatnya air yang dialirkan melalui SPAM menjadi keruh karena masuknya material tanah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Memang di beberapa titik di Manggarai dan beberapa tempat lainnya, gempa menyebabkan longsoran di sana-sini. Longsoran itu juga menutup sungai sehingga sistem penyediaan air minum menjadi sangat terganggu. Di beberapa tempat, air yang seharusnya keluar bersih dari SPAM sekarang menjadi cokelat karena banyak material tanah. Ini yang akan kami prioritaskan untuk segera diperbaiki,” ujar Menteri Dody.
Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU memperkuat tim di lapangan khususnya untuk sungai dan layanan air bersih. Dirjen Sumber Daya Air akan segera turun ke lokasi didampingi Balai Teknik Sungai agar penanganan di beberapa kabupaten bisa lebih cepat dan efisien.
“Karena sudah menyangkut sungai, penanganannya cukup kompleks. Kebutuhan air bersih masyarakat harus segera tercukupi,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU juga mulai menyiapkan tangki-tangki air untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih selama proses pemulihan. Penempatan dan distribusinya akan dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemantauan Lanjutan & Koordinasi
Selain itu, BBWS Nusa Tenggara II terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap jaringan irigasi dan infrastruktur SDA lainnya untuk memastikan keamanan bangunan serta mempercepat pemulihan fungsi layanan yang terdampak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!