Dukungan CAF untuk Infantino Belum Menjamin Kemenangan di Afrika
Jumat, 14 Agu 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNamun, dukungan tersebut diberikan sebelum munculnya laporan mengenai rencana Infantino menjual sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia mendatang.
Rencana tersebut memicu kemarahan dari UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), serta CONCACAF, konfederasi yang menaungi sepak bola di kawasan Karibia, Amerika Utara, dan Amerika Tengah.
Sejumlah presiden asosiasi sepak bola Afrika mengaku terkejut melihat kuatnya reaksi terhadap Infantino. Namun, mereka memilih tidak menyampaikan pandangan secara terbuka dan menunggu apakah akan muncul kandidat yang siap menantang Infantino pada pemilihan Maret mendatang.
Meski belum ada jaminan dukungan secara keseluruhan, beberapa negara Afrika telah menyatakan dukungan secara terbuka kepada Infantino.
Sebaiknya Anda baca juga:
Republik Demokratik Kongo, Mesir, Mauritania, Maroko, dan Niger termasuk negara yang memberikan dukungan formal dalam sepekan terakhir. Sejumlah asosiasi lainnya juga telah menyatakan sikap serupa.
“Saya tidak melihat alasan untuk tidak mendukungnya,” kata Mathurin de Chacus, Presiden Federasi Sepak Bola Benin sekaligus anggota Komite Eksekutif CAF.
Presiden Federasi Sepak Bola Burundi Alexandre Muyenge juga menyatakan dukungannya.
“Dia adalah presiden yang melakukan apa yang diperlukan untuk mendukung Afrika, khususnya negara-negara yang kurang makmur. Rekornya bagus, jadi logis untuk mendukungnya,” ujar Muyenge.
Infantino sejauh ini selalu terpilih tanpa lawan dalam dua pemilihan terakhir, yakni pada 2019 dan 2023.
Namun, situasinya berpotensi berbeda pada pemilihan berikutnya. Kandidat yang ingin menantangnya harus menyerahkan pencalonan paling lambat 18 November.
Statuta FIFA menetapkan bahwa kandidat membutuhkan mayoritas sederhana, yakni sedikitnya 106 suara, jika pemilihan hanya diikuti dua kandidat.
Dengan total 211 asosiasi anggota, setiap negara memiliki satu suara dalam pemilihan presiden FIFA.
Sementara itu, enam konfederasi kontinental, termasuk CAF, tidak memiliki hak suara langsung dalam pemilihan presiden FIFA. Namun, masing-masing presiden konfederasi secara otomatis menjadi anggota Dewan FIFA dengan status wakil presiden.
Karena itu, dukungan CAF terhadap Infantino memang menjadi modal politik penting. Namun, sejarah menunjukkan bahwa suara 54 anggota Afrika tetap berada di tangan masing-masing asosiasi.
Jika tekanan terhadap Infantino terus meningkat dan muncul kandidat kuat untuk menantangnya, dukungan yang saat ini terlihat solid di Afrika bukan tidak mungkin mulai terpecah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!