Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mobil Listrik Asal China Makin Laris di Inggris, Tapi Ancaman Tarif Mengintai

31 Selasa, 06 Okt 2026, 07:26 WIB | Oleh:
Mobil Listrik Asal China Makin Laris di Inggris, Tapi Ancaman Tarif Mengintai Mobil Listrik Asal China Makin Laris di Inggris, Tapi Ancaman Tarif Mengintai Doc: Antara foto/Xinhua
Ket. Ilustrasi - Suasana pengunjung melihat kendaraan saat Chengdu Motor Show 2026, Chengdu, Provinsi Sichuan, China, Jumat (21/8).

INGGRIS - Permintaan terhadap kendaraan listrik (EV) asal China terus melonjak di seluruh Inggris, tetapi pertumbuhan yang nyaris tak terbendung ini mungkin akan segera melambat drastis.

Menurut laporan terbaru, Inggris kemungkinan akan mengikuti langkah Uni Eropa dan mengenakan tarif terhadap kendaraan listrik asal China.

Dorongan untuk menerapkan tarif tersebut dipimpin oleh Uni Eropa. Laman Carscoops, Selasa waktu setempat melaporkan, para pejabat telah memberi tahu para menteri Inggris bahwa jika negara itu tidak mengenakan tarif terhadap kendaraan China, Inggris dapat dikeluarkan dari skema “Made in Europe”.

Jika hal tersebut terjadi, biaya bagi produsen mobil Inggris untuk menjual kendaraan ke Uni Eropa akan menjadi jauh lebih mahal.

Menteri Bisnis Inggris Jonathan Reynolds telah mulai menyusun paket tarif menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Inggris dan Uni Eropa yang akan digelar bulan depan.

Hingga saat ini, Inggris enggan memberlakukan tarif, tetapi seiring melonjaknya penjualan kendaraan China, negara tersebut tampaknya mulai bersiap untuk mengambil tindakan.

Data penjualan terbaru menunjukkan besarnya permintaan terhadap mobil China di Inggris. Pada September, hampir seperempat dari seluruh mobil baru yang terjual di Inggris berasal dari China.

Mobil terlaris di negara tersebut adalah Jaecoo 7 dengan penjualan luar biasa sebanyak 10.812 unit pada bulan lalu, bahkan melampaui penjualan Tesla Model 3.

Jaecoo 7, yang kerap dijuluki sebagai “Temu Range Rover”, dijual di Inggris dengan pilihan mesin bensin turbo 1,6 liter dan plug-in hybrid (PHEV) 1,5 liter. September menjadi bulan kedua sepanjang tahun ini ketika model tersebut berhasil menjadi mobil terlaris di Inggris.

Belum jelas apakah Inggris juga mempertimbangkan penerapan tarif terhadap model bermesin pembakaran internal asal China. Namun, langkah tersebut dinilai masuk akal jika Inggris benar-benar ingin menghentikan merek-merek seperti Chery, BYD, dan lainnya mendominasi jalanan di negara itu.

Di Uni Eropa, kendaraan listrik asal China dikenai tarif hingga 45 persen. Setelah tarif tersebut diberlakukan, merek-merek China dengan cepat mengalihkan fokus mereka dari kendaraan listrik ke kendaraan PHEV.

Para pembuat kebijakan di blok tersebut kini disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan memperluas cakupan tarif agar turut mencakup kendaraan hybrid.

Para pembuat kebijakan Inggris tampaknya menanggapi serius ancaman dari Uni Eropa. Pekan lalu, Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengindikasikan bahwa aturan “Made in Europe” mengancam produksi mobil Inggris.

Jika laporan terbaru ini benar, Inggris tampaknya akan segera menentukan keberpihakannya. Dengan memilih berpihak kepada Eropa, Inggris mungkin akan berbalik meninggalkan China.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.