Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang dan Cabai  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mewaspadai pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang dinilai sensitif terhadap kenaikan, terutama bawang dan cabai. Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bawang menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena tingginya permintaan masyarakat Kota Bandung, khususnya untuk kebutuhan industri kuliner dan pariwisata.

“Memang harga yang sangat rentan adalah beberapa harga yang kita anggap sebagai barang-barang atau komoditas yang sensitif terhadap kenaikan harga,” ujar Wali Kota Farhan, Senin (10/8).

Menurut dia, tingginya kebutuhan bawang di Bandung tidak sebanding dengan kondisi produksi di daerah pemasok, salah satunya Brebes. Produktivitas bawang dari wilayah tersebut disebut mengalami fluktuasi sehingga turut memengaruhi pasokan dan harga di pasaran.

“Permintaan warga Bandung terhadap bawang Brebes sangat tinggi. Orang Bandung seleranya tinggi karena rata-rata bawangnya untuk wisata, untuk industri kuliner. Jadi permintaan bawang Brebes ini tinggi sekali, sedangkan produktivitas Brebes juga naik turun,” kata dia.

Selain bawang merah, Pemkot Bandung juga mencermati pasokan sejumlah komoditas yang berasal dari luar daerah maupun impor, seperti bawang putih dan bawang bombai. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena adanya potensi kekeringan di sejumlah wilayah sentra produksi pangan.

Wali Kota Farhan mengatakan, berdasarkan hasil konsultasi dengan Gubernur Jawa Barat, periode kekeringan diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

“Agustus sampai Oktober belum musim tanam. Musim tanamnya mulai September. Jadi diharapkan September-Oktober ini tidak mengganggu,” tutur dia.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, Pemkot Bandung memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan.

Pemerintah memastikan pasokan bahan pangan segar dari berbagai daerah tetap dapat masuk ke Kota Bandung.

Menurut Wali Kota Farhan, pasokan tersebut berasal dari sekitar 16 provinsi dan sejumlah komoditas impor yang didistribusikan melalui pasar induk yang menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan Kota Bandung.

“Yang kita lakukan sekarang adalah memastikan suplai bahan makanan segar dari 16 provinsi dan bahan-bahan impor semuanya bisa masuk ke Kota Bandung lewat dua-tiga pasar induk utama yang menjadi jaring rantai pasok utama di Kota Bandung,” ungkap dia.

Operasi Pasar

Di sisi lain, operasi pasar tetap menjadi salah satu instrumen Pemkot Bandung untuk menjaga daya beli masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.