Menyusuri Karst Rammang-Rammang dengan Perahu Listrik, Dukung Ekowisata Berkelanjutan & Ramah Lingkungan
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 18:31 WIB | Oleh: OpikBantuan perahu listrik dari PLN untuk mendukung destinasi wisata Karst Rammang-Rammang pada akhirnya diikuti oleh pihak lainnya, seperti pemerintah daerah setempat yang memberikan bantuan tiga unit perahu listrik.
Dengan adanya tambahan bantuan perahu listrik dari pemerintah daerah, maka armada perahu listrik di kawasan tersebut bertambah dan siap mendukung moda transportasi wisatawan dan dan warga sekitar.
Dampak positif TJSL
Kehadiran perahu listrik pada awalnya tidak terlepas dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Sebagai perusahaan energi di Indonesia, PLN berkomitmen dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui berbagai inisiatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bagian dari tujuan strategi korporat, PLN berfokus mewujudkan energi bersih dan mengurangi dampak lingkungan dengan berinvestasi dalam berbagai inisiatif keberlanjutan. PLN memiliki target untuk menyelaraskan operasional bisnis dengan standar iklim global. Untuk itu, mereka meningkatkan akses energi dan memastikan produksi energi yang berkelanjutan.
Selain tujuan lingkungan, PLN secara aktif terlibat dalam pemberdayaan komunitas melalui program TJSL. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung komunitas lokal dengan peningkatan dan pemberdayaan lingkungan serta masyarakat. Melalui TJSL, PLN membantu menciptakan peluang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup di wilayah operasional.
Salah satu kontribusi nyata dari program TJSL ini adalah bantuan perahu listrik dari PLN dalam mendukung destinasi wisata Karst Rammang-Rammang itu.
Secara spesifikasi perahu listrik tersebut menggunakan mesin berkapasitas 1,47 kW berbaterai DC 2x58 Volt, dibandingkan dengan mesin diesel, suara perahu listrik senyap, sehingga wisatawan lebih nyaman saat berkunjung.
Perahu listrik berbahan fiber tersebut memiliki panjang 6,2 meter dan lebar 1 meter, sehingga bisa mengangkut sampai tujuh orang wisatawan.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Maros Sadrach menyampaikan bahwa selain tidak menimbulkan suara bising, perahu listrik tersebut juga ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan polusi di kawasan wisata Rammang-Rammang.
Dalam rangka mendukung operasional perahu listrik tersebut, PLN juga membangun stasiun pengisian listrik umum atau SPLU di Dermaga 2 di kawasan wisata itu.
SPLU ini memiliki kapasitas 7.700 watt dan membuat pengisian daya ulang perahu listrik hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Kemampuan SPLU yang dibangun oleh PLN ini tentunya mendukung mobilitas transportasi wisatawan dengan baik di kawasan wisata tersebut.
Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kebutuhan bengkel perawatan perahu listrik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!