Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bentrokan Warga dan Perusahaan di Morowali, 75 TKA Dievakuasi ke Polda Sulteng

25 Senin, 05 Okt 2026, 01:35 WIB | Oleh:
Bentrokan Warga dan Perusahaan di Morowali, 75 TKA Dievakuasi ke Polda Sulteng Bentrokan Warga dan Perusahaan di Morowali, 75 TKA Dievakuasi ke Polda Sulteng Doc: ANTARA/HO-Humas Polres Morowali
Ket. Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini memberikan keterangan kepada wartawan terkait bentrokan antara warga dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (4/10/2026).

MOROWALI - ‎Kepolisian mengevakuasi 75 tenaga kerja asing (TKA) ke Polda Sulawesi Tengah guna menjalani pemeriksaan mendalam pascabentrokan antara warga dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali. 

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini di Morowali, Minggu (4/10), mengatakan puluhan TKA tersebut dievakuasi ke Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami penyebab bentrokan antara warga dan pihak perusahaan.

"Kami telah mengevakuasi dan mengamankan 75 WNA. Saat ini telah dibawa ke Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab konflik antara perusahaan dan warga," ujarnya.

Reza mengatakan ke-75 TKA tersebut juga menjalani pendataan bersama pihak Imigrasi dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Bentrokan terjadi di Desa Matarape, Kecamatan Sambori Kepulauan, Jumat (2/10), setelah aksi warga memprotes dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan.

Salah satu persoalan yang diprotes warga adalah debu akibat aktivitas pengangkutan material di sekitar kawasan permukiman.

Kericuhan tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka akibat senjata tajam, terdiri atas lima warga setempat dan seorang warga negara asing.

"Untuk perkembangan korban luka yaitu lima dari warga terkena benda tajam, rata-rata kena sabetan di kaki dan tangan, dan satu dari warga negara asing," kata Reza.

Selain menimbulkan korban luka, kericuhan mengakibatkan lima mobil operasional rusak dan lima alat berat jenis ekskavator milik perusahaan dibakar massa.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, kepolisian menyiagakan personel gabungan di lokasi kejadian.

Personel tersebut berasal dari Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta unsur Brimob untuk melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di Desa Matarape.

Reza mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan menahan diri serta menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum.

"Kami meminta masyarakat menahan diri, jangan mudah terpancing provokasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang merugikan serta melanggar hukum," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Main Cemerlang, Janice Tjen...
Olahraga
Caretaker Arema Tampil Perd...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.