Wamen Nezar Ungkap Ancaman Baru: Komputasi Kuantum Bisa Bobol Enkripsi Masa Depan
📅 Senin, 10 Agu 2026, 22:03 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut Wamen Nezar, salah satu perubahan pendekatan tersebut adalah menempatkan keamanan sejak tahap awal pembangunan sistem atau security by design.
“ Security harus sudah masuk dalam perencanaan,” kata Wamen Nezar.
Ancaman juga semakin kompleks seiring perkembangan kecerdasan artifisial.
Wamen Nezar mengatakan AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan sekaligus melancarkan serangan siber.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkembangan agentic AI bahkan memungkinkan serangan dilakukan secara otomatis tanpa sepenuhnya bergantung pada peretas manusia.
“Yang bekerja bukan lagi hacker , tapi agentic AI yang melakukan serangan-serangan siber itu,” ungkapnya.
Menghadapi perubahan tersebut, Wamen Nezar menilai Indonesia juga membutuhkan talenta yang mampu memahami perkembangan keamanan siber dan teknologi baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah memperkirakan kebutuhan talenta digital Indonesia mencapai sekitar sembilan juta orang pada 2030, sementara kemampuan menghasilkan talenta saat ini baru sekitar tiga juta lebih.
Karena itu, Wamen Nezar menilai kehadiran ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi jembatan antara perkembangan teknologi di industri dan kompetensi yang dipelajari di perguruan tinggi.
“Tanpa talent yang kuat, saya kira kekayaan data kita pada akhirnya akan berserak ke mana-mana dan akan dicuri, akan dibaca, akan di- capture oleh mereka yang lebih powerful,” tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!