Pembangunan Papua Jangan Keluar dari Semangat Keadilan dan Keberlanjutan
📅 Senin, 10 Agu 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi“'Pembangunan jangan sampai dimaknai demi kepentingan Jakarta di Papua, melainkan memajukan kepentingan Papua sendiri,” kata Hafidz.
Papua terang Hafidz memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan secara adil. Potensi hutan dan keanekaragaman hayati Papua, katanya, seharusnya bisa menjadi modal penting di tengah tren ekonomi hijau global berbasis perdagangan karbon.
“Potensi sumber daya alam seperti mineral, batubara, minyak dan gas hingga hasil hutan harus dikelola secara adil dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Dia juga menyoroti kekhasan Papua yang memiliki banyak entitas masyarakat adat. Hafidz menekankan, keberadaan masyarakat adat harus dijaga dan dilindungi.“Jangan sampai tergusur oleh ekonomi modern yang bersifat individualistik,” tegasnya.
Hafidz menilai tantangan pembangunan Papua tidak berhenti pada capaian pertumbuhan ekonomi, karena yang lebih penting adalah bagaimana sistem ekonomi yang dibangun mampu mengadopsi karakteristik sosial dan budaya Papua.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!