Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gas Beracun di Balik Fenomena Sinar Api Biru Papandayan

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gas Beracun di Balik Fenomena Sinar Api Biru Papandayan Doc: Antara
Ket. Fenomena alam blue fire di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bandung - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan soal ancaman semburan gas vulkanik beracun melebihi ambang batas di balik kemunculan fenomena blue fire (sinar api biru) yang terpantau di kawasan Kawah Manuk, Kompleks Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepala Badan Geologi Lana Saria di Bandung, Minggu, menjelaskan tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, fenomena blue fire yang teramati sejak 24 September 2026 dini hari di titik manifestasi panas baru Kawah Manuk itu dipicu oleh pelepasan energi panas yang cukup tinggi hingga membakar material permukaan dan menyisakan serbuk abu sisa pembakaran.

Meskipun pengamatan pemantauan terkini per 26 September 2026 menunjukkan pendaran sinar api telah padam dan pengukuran rasio gas di Kawah Mas mengonfirmasi tidak ada perubahan signifikan pada sistem hidrotermal bawah permukaan, pelepasan gas vulkanik berbahaya dilaporkan masih berlangsung intensif.

"Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung," kata Lana dalam laporan evaluasi Badan Geologi.

Fenomena blue fire di Gunung Papandayan ini tergolong fenomena alam yang sangat langka dan sebelumnya hanya pernah tercatat dua kali pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025 di dinding kawah baru, serta fenomena serupa yang identik di Gunung Ijen, Jawa Timur.

Namun, letak kemunculan blue fire kali ini di Kawah Manuk berada sangat dekat dengan jalur pendakian utama dan area perkemahan (camping ground) wisatawan, sehingga menuntut peningkatan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak.

Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).

Namun mereka menerbitkan empat poin rekomendasi keselamatan utama bagi pengunjung dan pengelola TWA Gunung Papandayan:

1. Dilarang keras beraktivitas atau menginap di dalam kawasan bukaan kawah aktif (Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk/Balagadama) dalam radius 500 meter, khususnya saat cuaca mendung atau hujan.

2. Mewaspadai konsentrasi gas beracun yang dapat meningkat secara mendadak mengikuti arah angin.

3. Mewaspadai potensi letusan phreatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.

4. Mewaspadai ancaman tanah longsor pada dinding kawah di sekitar kompleks kawah aktif.

Badan Geologi mengimbau pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan untuk secara ketat menerapkan jarak aman sesuai rekomendasi guna menjamin keselamatan pendaki dan mencegah aktivitas di area rawan gas beracun.

Masyarakat dan wisatawan juga dapat memantau perkembangan evaluasi aktivitas vulkanik terkini melalui saluran resmi PVMBG dan portal magma.esdm.go.id.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...

Semarak Festival Cinta Lingkungan di Danau Sunter

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Semarak Festival Cinta Ling...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.