Gelar Rakernas, INSA Hasilkan Dua Ketetapan Strategis
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 13:32 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasJAKARTA - Di tengah Di dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan ketidakpastian global yang memengaruhi sektor pelayaran dan perdagangan dunia, Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai konsolidasi organisasi, meningkatkan tata kelola dan penguatan sinergi dengan pemerintah menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing industri pelayaran nasional.
Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP INSA Tahun 2026 yang mengusung tema "Konsolidasi dan Sinergi INSA Menghadapi Tantangan dan Dinamika Geopolitik Global" yang berlangsung di Bali akhir pekan lalu.
Rakernas INSA Tahun 2026 menghasilkan dua ketetapan strategis yang menjadi landasan arah organisasi untuk periode 2026–2028, yaitu ketetapan tentang Penguatan Tata Kelola Organisasi, Transformasi Digital dan Program Prioritas INSA Periode 2026–2028, serta Ketetapan tentang Usulan Penyempurnaan Anggaran Dasar dan/atau Anggaran Rumah Tangga INSA sebagai bahan Rapat Umum Anggota (RUA) INSA Tahun 2028.
Kedua ketetapan tersebut menjadi wujud konkret komitmen INSA untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, modern, solid, dan mampu merespons perkembangan industri serta perubahan lingkungan strategis secara lebih cepat dan terarah.
Acara Rakernas dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut RI Muhammad Masyhud yang mewakili Menteri Perhubungan RI, bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno. Rangkaian kegiatan mempertemukan jajaran DPP dan DPC INSA untuk melakukan evaluasi kinerja organisasi sejak tahun 2024 – 2026 (Mid), konsolidasi, serta merumuskan arah dan program strategis organisasi ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, dinamika geopolitik global saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi industri pelayaran nasional. Menurutnya, dunia usaha kini memasuki era new normal of uncertainty, di mana ketidakpastian bukan lagi kondisi yang bersifat sementara, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika bisnis yang harus dihadapi setiap hari.
"Karena ketidakpastian tersebut, maka yang dibutuhkan hari ini bukan hanya kemampuan mengelola bisnis, tetapi juga kemampuan merespons situasi dengan cepat," kata Carmelita dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8).
Meski demikian, Carmelita menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat pelaku usaha pesimis. Sebaliknya, tantangan global harus menjadi momentum untuk memperkuat daya saing industri pelayaran nasional melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan perha0an pemerintah terhadap penguatan sektor maritim nasional. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masih dominannya kapal berbendera asing dalam kegiatan ekspor dan impor Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah kita masih besar. Program Beyond Cabotage yang selama ini terus diperjuangkan INSA, harus terus didorong agar dapat diimplementasikan secara konsisten. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada seluruh Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) INSA, Carmelita mengajak seluruh jajaran organisasi untuk terus menjaga soliditas dan memperkuat komunikasi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Ia menilai, peran INSA saat ini semakin luas, tidak hanya memperjuangkan kepentingan pelayaran nasional, tetapi juga aktif memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan strategis di sektor logistik, keselamatan pelayaran, pengembangan industri maritim, hingga wisata bahari.
Sekretaris Umum DPP INSA Darmansyah Tanamas menjelaskan, Rakernas DPP INSA Tahun 2026 diselenggarakan sesuai amanat AD/ART INSA 2023 Pasal 14 ayat (1) dan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 94/INSA/IV/2026 tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Pengarah, Panitia Penyelenggara, dan Pani0a Pelaksana Rakernas DPP INSA Tahun 2026.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembahasan serta memastikan kesiapan materi Rapat, pelaksanaan Rakernas dilakukan dalam dua tahapan, yakni Pra-Rakernas dan Rakernas, yang merupakan satu kesatuan. Sejak memulai tahapannya, panitia telah melakukan proses verifikasi, klasifikasi, dan pemetaan berbagai isu strategis yang kemudian diperdalam melalui Pra-Rakernas yang telah diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 2026 secara hybrid di Jakarta. Berbagai masukan dari DPC, kelompok kerja, dan pengurus DPP yang dihimpun dalam tahapan tersebut menjadi dasar penyusunan agenda dan rekomendasi strategis yang dibahas dalam Rakernas 2026.
“Seluruh tahapan Rakernas diterapkan agar lebih efektif dan partisipatif. Melalui Pra-Rakernas, kami menghimpun berbagai masukan dari DPC, kelompok kerja, dan pengurus DPP sehingga pembahasan pada Rakernas dapat lebih fokus dan menghasilkan rekomendasi yang implementatif,” ujar Darmansyah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!