Skandal Rumah Duka Chicago: 56 Jenazah Ditemukan Membusuk
📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 10:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSementara itu, Clark Morgan, yang disebut sebagai suami Johanna dan tercatat sebagai presiden rumah duka, memiliki riwayat permasalahan perizinan. Lisensinya sebagai direktur rumah duka dicabut pada 2024 setelah ditemukan persoalan terkait praktik menggunakan lisensi yang telah kedaluwarsa serta dugaan perilaku tidak profesional.
Namun persoalan pasangan tersebut ternyata tidak berhenti di rumah duka.
Johanna dan Clark Morgan sebelumnya juga mengelola Heights Crematory di Chicago Heights. Tempat kremasi itu kemudian ditutup oleh negara bagian setelah ditemukan persoalan serius dalam penanganan jenazah.
Menurut pejabat Illinois, penyelidikan sebelumnya menemukan jenazah yang disimpan secara tidak semestinya serta ratusan abu kremasi yang belum dikembalikan kepada keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengawas Keuangan Illinois, Susana Mendoza, menyatakan dirinya sangat terkejut karena kasus serupa kembali muncul.
Ia menegaskan bahwa jenazah yang ditemukan bukan sekadar benda, melainkan manusia yang memiliki keluarga dan orang-orang yang mencintainya.
Kini polisi Chicago masih melakukan penyelidikan. Belum ada penangkapan yang diumumkan, sementara penyidik berusaha mengungkap bagaimana puluhan jenazah tersebut bisa berada dalam kondisi demikian dan mengapa keluhan mengenai bau busuk di sekitar rumah duka berlangsung selama berbulan-bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasus di Chicago ini juga menambah panjang daftar skandal penanganan jenazah di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, sejumlah kasus serupa terjadi di Colorado, Georgia, dan Indiana, dengan puluhan hingga ratusan jenazah ditemukan dalam kondisi tidak layak di fasilitas pemakaman.
Kini perhatian tertuju pada South Chicago Chapel: bagaimana 56 jenazah bisa terbengkalai begitu lama, dan apakah masih ada keluarga lain yang belum mengetahui nasib orang yang mereka cintai?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!