Selang Warna warni Bermuara di Sendang Wonosari, Mata Air Penopang Kehidupan Masyarakat.
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 11:58 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMenyadari betapa berharganya Sendang Wonosari, masyarakat sekitar terus berupaya menjaga kelestarian alam di sekitar mata air itu.
Yang paling dijaga oleh masyarakat adalah kesadaran dari tiap keluarga untuk tidak mengambil air secara berlebihan. Mereka menyadari betapa air di sendang itu terbatas debitnya, sehingga tidak serakah merupakan peran utama dalam menjaga kelestarian air di sana.
Upaya menjaga diri dari keserakahan itu, antara lain, dengan tidak menggunakan pompa air yang bisa menyedot air dalam jumlah besar dengan cepat. Cara menyedot selang seperti yang dilakukan selama ini menjadi bentuk pengendalian pemanfaatan air.
Selain itu, warga mulai menanam pohon berakar kuat, seperti beringin, di sekitar sendang. Pohon berakar kuat diyakini mampu menjaga cadangan air tanah. Pembersihan kawasan sendang juga dilakukan secara berkala. Sejumlah perbaikan menggunakan susunan batu dipilih untuk mengurangi penggunaan semen yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi debit mata air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dusun Kalidadap II, Suroso (31), mengatakan di wilayahnya ada sekitar 330 kepala keluarga, hampir sama dengan jumlah KK di Kalidadap I. Sebagian warga mendapat air dari sumur dangkal yang dibuat secara mandiri, sedangkan sebagian lainnya sepenuhnya bergantung pada Sendang Wonosari.
"Yang tidak memakai air dari situ, biasanya menggunakan sumur dangkal," katanya.
Menurut Suroso, pemerintah pernah membangun dua sumur bor di Kalidadap II sebagai alternatif sumber air bersih. Namun, keduanya tidak lagi berfungsi karena pompanya rusak akibat tingginya intensitas penggunaan. Perbaikan sempat dibiayai pemerintah setempat, tetapi anggaran yang tersedia akhirnya habis sehingga kedua sumur tersebut tidak lagi beroperasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan pihaknya telah melakukan inventarisasi dan pemetaan sumber mata air, terutama di wilayah yang berpotensi kekeringan, seperti Kapanewon Imogiri.
"Teman-teman, ketika melakukan dropping air, kami sarankan sekaligus mencari informasi mengenai potensi sumber mata air yang ada di lokasi," kata Mujahid.
BPBD Bantul juga berkoordinasi dengan BPBD DIY untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber mata air yang ditemukan. Potensi setiap sumber air akan dikaji, termasuk mengukur apakah debitnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk Sendang Wonosaro di Kalidadap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!