Selang Warna warni Bermuara di Sendang Wonosari, Mata Air Penopang Kehidupan Masyarakat.
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 11:58 WIB | Oleh: Yebdi TrismarTanpa bantuan mesin, mereka setiap hari harus bergantian menyesap ujung selang agar air dapat mengalir memanfaatkan gaya gravitasi. Begitulah cara masyarakat memenuhi kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan: memperoleh air bersih.
Rumah Sagi berjarak sekitar 500 meter dari Sendang Wonosari. Karena lokasinya relatif dekat, ia hanya membutuhkan sekitar lima gulung selang untuk mengalirkan air hingga ke penampungan di rumahnya dengan satu gulungnya berukuran sekitar 100 meter.
"Saya hanya pasang sekitar lima gulung selang," kata Sagi.
Panjang selang yang digunakan setiap rumah berbeda-beda. Agar mudah dikenali, warga memberi penanda menggunakan tali rafia atau potongan kain berwarna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama puluhan tahun masyarakat memanfaatkan Sendang Wonosari sebagai sumber air bersih. Mereka memiliki kesepakatan tidak tertulis mengenai waktu menyedot selang. Aktivitas itu hanya dapat dilakukan hingga sekitar pukul 14.30 WIB karena mulai pukul 15.00 aliran air dari sendang dialihkan untuk mengairi persawahan melalui selang berukuran lebih besar.
"Seingat saya, penggunaan selang seperti ini sudah dilakukan sejak tahun 1970-an," kata Sagi.
Cara tersebut dipilih karena lebih praktis dibandingkan harus bolak-balik membawa ember atau jeriken dari mata air ke rumah. Selain itu, di kawasan sendang memang tidak tersedia pompa air sehingga seluruh proses dilakukan secara manual.
Hal serupa juga dilakukan Parinah (67). Perempuan itu terlihat juga sibuk mengurai tumpukan selang untuk mencari miliknya. Dalam sehari, dia harus bolak-balik ke sendang hingga tiga kali untuk menyesap selang agar air mengalir menuju rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer.
Air tersebut digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan, hingga kebutuhan konsumsi sehari-hari. Dibandingkan Sagi, Parinah membutuhkan lebih banyak selang.
"Saya menghabiskan 11 gulung selang. Masing-masing panjangnya sekitar 100 meter," ujarnya.
Hingga kini, debit air Sendang Wonosari dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan sekitar 600 kepala keluarga di Dusun Kalidadap I dan Kalidadap II. Saat musim hujan, air dari sendang melimpah hingga mengalir ke parit.
"Alhamdulillah, sumber ini belum pernah kering," kata Parinah.
Menjaga kelestarian
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!