Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Cirebon Ubah Aset Tidur Jadi Mesin Ekonomi Perikanan

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Cirebon Ubah Aset Tidur Jadi Mesin Ekonomi Perikanan Doc: ANTARA/HO-Pemkot Cirebon
Ket. Wali Kota Cirebon Effendi Edo saat menebar benih ikan di embung UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTR) Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).

CIREBON – Budi daya ikan air tawar memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan permintaan konsumsi ikan yang terus meningkat, pengembangan budi daya menjadi peluang untuk meningkatkan produksi tanpa bergantung pada hasil tangkapan alam.

Namun, keberhasilannya sangat ditentukan oleh ketersediaan benih unggul, kualitas pakan, pengelolaan kualitas air, serta penerapan teknologi budi daya yang efisien.

Penguatan aspek-aspek tersebut tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi juga menciptakan usaha perikanan yang lebih berkelanjutan dan tangguh menghadapi perubahan iklim maupun fluktuasi pasar.

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengubah aset daerah menjadi sentra budi daya ikan air tawar sebagai strategi meningkatkan produktivitas aset pemerintah, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat program penanganan stunting.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Kamis (6/8), mengatakan aset pemerintah tidak boleh hanya menjadi beban pemeliharaan, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.

Ia mengatakan pengembangan tersebut dilakukan di kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Kalitanjung yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat produksi pangan.

"Aset pemerintah harus produktif. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bukan hanya menambah PAD, namun dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Selain itu, pihaknya telah menebarkan 1.000 benih ikan nila nirwana di embung UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTR) Kelurahan Argasunya yang diperkirakan siap dipanen dalam dua hingga tiga bulan.

Menurut Edo, hasil budidaya tersebut tidak seluruhnya diarahkan untuk menghasilkan pendapatan daerah, melainkan dimanfaatkan sebagai sumber protein dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Ia mengatakan kebutuhan protein bagi anak menjadi salah satu aspek, yang harus diperkuat agar upaya penanganan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, lanjut dia, kawasan budidaya tersebut dinilai masih memiliki ruang pengembangan yang besar karena tersedia 26 kolam berukuran besar dan puluhan kolam lain yang dapat dioptimalkan.

Pemerintah daerah, kata dia, juga menyiapkan konsep pengelolaan terpadu dengan menambah peternakan ayam petelur sehingga kawasan itu mampu menghasilkan ikan dan telur sebagai sumber pangan bergizi.

Produksi dari kawasan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial pemerintah, termasuk pemenuhan gizi anak-anak, sekaligus menjadi cadangan pangan saat terjadi kondisi darurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Daerah
Membran Penyaring Air dari ...
Daerah
Lima Desa di Muara Enim Dil...
Daerah
Budaya Mitigasi Bencana Dim...
Refleksi 81 Tahun Hiroshima, Serukan Hapus Senjata Nuklir dari Bumi

Refleksi 81 Tahun Hiroshima, Serukan Hapus Senjata Nuklir dari Bumi

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.