Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Capai 18°C, Malang Raya Dilanda Fenomena Bediding

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 16:39 WIB | Oleh:
Capai 18°C, Malang Raya Dilanda Fenomena Bediding Doc: Istimewa
Ket. Monumen Tugu di kawasan Balai Kota Malang. Fenomena ini biasanya terasa paling kuat pada Juni–Agustus karena langit malam lebih cerah dan massa udara dingin dari Australia memengaruhi wilayah Jatim.

MALANG - Masyarakat di sekitar wilayah Malang Raya, Jawa Timur akhir-akhir ini merasakan fenomena udara dingin atau warga menyebutnya bediding. Sensasi dingin menggigit sejak akhir Mei ini diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa bulan ke depan. 

Suhu minimum di kawasan Malang Raya dalam beberapa hari terakhir tercatat turun hingga sekitar 18°Celcius. Untuk wilayah yang lebih tinggi seperti Kota Batu, suhu bisa lebih rendah lagi. Pada musim bediding tahun lalu BMKG bahkan memperkirakan suhu minimum dapat mencapai sekitar 13,5°Celcius di daerah tertentu. 

Secara umum saat ini:

Pagi/dini hari: sekitar 18–22°Celcius

Siang hari: sekitar 28–30°Celcius

Malam hari: sekitar 20–23°Celcius

Fenomena ini biasanya terasa paling kuat pada Juni–Agustus karena langit malam lebih cerah dan massa udara dingin dari Australia memengaruhi wilayah Jawa Timur

Dikutip dari akun @infomalangan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang menyebut, kondisi tahun ini berpotensi lebih ekstrem dari tahun-tahun sebelumnya karena dipengaruhi musim kemarau yang bersamaan dengan fenomena El Nino. 

Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno mengungkapkan, suhu anjlok drastis melanda tidak lepas dari kombinasi musim kemarau dan pengaruh El Nino yang terjadi secara bersamaan.

"Karena minimnya tutupan awan, panas bumi siang hari terlepas bebas ke angkasa saat malam, dan suhu permukaan menjadi anjlok," ujarnya, mencatat peran besar dari angin muson timur yang bergerak dari Benua Australia.

"Angin itu membawa massa udara yang sangat kering dan dingin melintasi wilayah Indonesia, termasuk Malang Raya. Akibatnya, suhu udara pada dini hari hingga pagi hari menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya," ungkapnya. 

BPBD mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membatasi paparan udara dingin berlebihan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan diminta lebih waspada terhadap dampak perubahan suhu tersebut. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.