Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Turis Singapura ke Batam-Bintan, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Kepri di Negeri Singa

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Turis Singapura ke Batam-Bintan, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Kepri di Negeri Singa Doc: Kemenpar
Ket. Kemenpar memperkuat promosi dan memperluas penetrasi pasar wisata Indonesia, khususnya untuk destinasi Kepri ke pasar Singapura

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi dan memperluas penetrasi pasar wisata Indonesia, khususnya untuk destinasi Kepulauan Riau (Kepri) ke pasar Singapura melalui penyelenggaraan Batam Bintan Welcome You (BBWY) II.

“Kami menilai potensi kunjungan wisatawan mancanegara asal Singapura ke Kepulauan Riau sangat tinggi," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (20/9).

Made mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada 1–7 September 2025 di Sengkang Grand Mall, Singapura, itu menjadi rangkaian promosi terpadu dari destinasi di Batam dan Bintan. Acara juga digelar sebagai lanjutan dari BBWY I yang lebih dahulu digelar pada 30 Juni–6 Juli 2025 di Jurong Point Mall, Singapura.

Terdapat 10 pelaku industri pariwisata termasuk agen perjalanan dan operator perjalanan (TA/TO), perhotelan dan penyedia jasa spa.

Kementerian Pariwisata melalui ajang promosi tersebut ingin memanfaatkan kesempatan untuk mempromosikan berbagai paket wisata menarik di dua daerah guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya yang berasal dari Singapura.

Merujuk pada data kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari-Juli 2025, jumlah wisatawan asal Singapura yang datang ke Indonesia mencapai 822.993 orang. Lebih dari 50 persen masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

"Angka ini menjadikan Singapura sebagai salah satu pasar utama pariwisata Indonesia," ucap Made.

Made menilai data tersebut juga menjadi alasan mengapa promosi destinasi Batam dan Bintan di Singapura sangat strategis untuk mendukung target Kemenpar mencapai 1,8 juta kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia.

Promosi itu diharapkan dapat memperkuat citra Batam dan Bintan sebagai destinasi utama wisatawan Singapura. Terlebih Singapura dan Kepulauan Riau punya kedekatan geografis, kemudahan akses transportasi, serta daya tarik wisata yang kompetitif.

Made menyebut pelaksanaan BBWY 2025 menghasilkan transaksi riil senilai 7.239 dolar Singapura atau setara dengan Rp92.318.967 dengan 33 orang. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan transaksi potensial senilai 664.979 dolar Singapura atau setara dengan Rp8.480.477.187 dengan 162 orang.

Destinasi lain yang disebutnya diminati dan banyak mendapat pertanyaan dari pengunjung selain Batam dan Bintan antara lain Bali, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.