Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Hujan Semen” di Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi: Masyarakat Tenang, DLH Telah Temukan Penyebabnya

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 07:40 WIB | Oleh:
“Hujan Semen” di Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi: Masyarakat Tenang, DLH Telah Temukan Penyebabnya Doc: antara foto
Ket. Seorang warga Kabupaten Bogor, Jabar menutupi matanya dengan tangan akibat "hujan semen".

KABUPATEN BOGOR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan DLHtelah menemukan pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam produksi di PT Indocement Tunggal Prakarsa yang diduga menjadi penyebab insiden "hujan semen" di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menurunkan tim untuk melakukan evaluasi dan pengecekan lapangan secara objektif setelah insiden tersebut," ujarnya melalui akun resmi media sosialnya, Minggu (17/8).

Dari pengecekan lapangan disampaikan bahwa ada SOP yang terlanggar dalam produksi di PT Indocement. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Menurut dia, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah opsi sanksi apabila pelanggaran terbukti serius. Bentuk sanksi yang dimungkinkan antara lain administratif, denda, hingga sanksi lain yang lebih berat.

Ia meminta masyarakat agar tetap tenang, karena pemerintah akan hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Jawa Barat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kecamatan Citeureup langsung menangani dampak insiden yang berlangsung di Desa Citeureup pada Minggu (10/8). Camat Citeureup Edy Suwito Sutono Putro menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat pabrik melakukan pembersihan dan pemeliharaan alat produksi.

“Saat mempersiapkan, ada sedikit error sehingga anginnya terbuang dan debu jatuh. Kejadiannya tidak berlangsung lama,” katanya.

Ia menambahkan, material semen yang terbawa angin tidak terlalu banyak dan dampaknya hanya dirasakan oleh warga di satu wilayah rukun warga (RW). Pemerintah kecamatan kemudian memfasilitasi mediasi antara pihak Indocement, desa, dan warga pada Senin (11/8) untuk menyelesaikan persoalan.

Selain itu, PT Indocement melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menggelar layanan Puskesmas Keliling di Desa Citeureup sebagai bagian dari upaya memperluas akses kesehatan masyarakat. Kegiatan yang diikuti 150 warga meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemberian vitamin, deteksi dini penyakit tidak menular, serta penyuluhan gizi seimbang dan pencegahan stunting.

Corporate Secretary Indocement Dani Handajani mengatakan program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa mitra.

“Dengan adanya layanan ini, diharapkan angka penyakit yang dapat dicegah menurun, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat meningkat, dan kualitas hidup warga desa mitra Indocement semakin baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.