Benarkah Atap Asbes Bisa Picu Kanker Paru? Ini Penjelasan Berdasarkan Bukti Ilmiah
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh: Haryo BronoSerat asbes memiliki karakteristik yang membuatnya dapat bertahan lama di dalam tubuh setelah terhirup. NCI menjelaskan bahwa serat tersebut dapat terperangkap di paru dan bertahan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut dapat memicu peradangan dan jaringan parut yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit paru.
Paparan asbes juga memiliki masa laten yang panjang. Artinya, penyakit yang berkaitan dengan paparan asbes tidak selalu muncul segera setelah seseorang terpapar. NCI mencatat bahwa penyakit akibat asbes dapat baru menunjukkan tanda setelah puluhan tahun.
Risiko juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain tingkat dan durasi paparan, karakteristik serat, sumber paparan, serta faktor individu lainnya.
Yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kombinasi paparan asbes dan kebiasaan merokok. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa orang yang merokok sekaligus terpapar asbes memiliki risiko kanker paru yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika hanya menghadapi salah satu faktor tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jangan Membongkar Atap Asbes Sembarangan
YKI mengimbau masyarakat yang masih memiliki material mengandung asbes agar tidak melakukan pembongkaran, pemotongan, pengeboran, atau penghancuran secara sembarangan.
Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemungkinan serat asbes terlepas dan terhirup. WHO juga menempatkan pekerjaan konstruksi, pemeliharaan, dan pembongkaran bangunan yang mengandung asbes sebagai aktivitas yang berpotensi menyebabkan paparan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika material perlu diperbaiki atau diganti, proses penanganan dan pembuangan sebaiknya dilakukan dengan prosedur keselamatan yang sesuai untuk meminimalkan paparan terhadap penghuni rumah maupun pekerja.
Pekerja yang menangani material yang diduga mengandung asbes juga perlu menerapkan langkah perlindungan yang sesuai dengan standar keselamatan kerja.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu panik hanya karena tinggal atau beraktivitas di bangunan yang memiliki material mengandung asbes. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama ketika material tersebut rusak atau akan menjalani proses perbaikan dan pembongkaran.
Berhenti Merokok Tetap Jadi Langkah Utama
Di luar persoalan asbes, YKI menekankan pentingnya masyarakat memusatkan perhatian pada faktor risiko kanker paru yang dapat dicegah.
Prof. Aru mengatakan berhenti merokok, menghindari asap rokok, mengurangi paparan asbes dan zat karsinogen di lingkungan kerja, serta menjaga kualitas udara merupakan bagian penting dari upaya pencegahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!