Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Berpotensi Variatif Dipicu Sentimen Global-Domestik

📅 Senin, 03 Agu 2026, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Berpotensi Variatif Dipicu Sentimen Global-Domestik Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta pada hari ini, Senin (3/8), dibuka menguat 36,49 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.272,62. Namun berpotensi bergerak variatif dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat global maupun domestik.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,05 poin atau 0,97 persen ke posisi 627,29.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.200-6.180, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244 sebagai resistance terdekat, dan apabila berhasil breakout, penguatan berpotensi berlanjut ke 6.315 hingga 6.377. Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 6.180, IHSG berisiko menguji support 6.186/6.177 hingga 6.135,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, sentimen pasar didominasi oleh optimisme terhadap sektor teknologi setelah laporan keuangan Amazon melampaui ekspektasi dan mendorong reli saham kecerdasan buatan (AI) serta semikonduktor.

Namun demikian, investor masih mencermati sikap hawkish sejumlah pejabat The Fed, yang kembali menegaskan perlunya suku bunga tetap tinggi untuk memastikan inflasi kembali ke target.

“Kombinasi kuatnya kinerja emiten teknologi dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter membuat pergerakan pasar tetap selektif,” ujar Liza.

Pejabat The Fed kembali menyampaikan pandangan hawkish dengan menegaskan bahwa suku bunga perlu dipertahankan pada level tinggi lebih lama guna memastikan inflasi benar-benar terkendali.

"Pernyataan itu memperkuat ekspektasi pasar bahwa ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas," ujar Liza.

Sementara itu, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali meningkat setelah pemerintah AS memasukkan 43 perusahaan China ke dalam daftar larangan impor berdasarkan Uyghur Forced Labor Prevention Act (UFLPA), dengan alasan dugaan penggunaan kerja paksa di Xinjiang.

China mengecam langkah tersebut sebagai sanksi sepihak yang tidak berdasar dan menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan perusahaan-perusahaannya.

“Kebijakan ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian perdagangan global, terutama pada sektor baterai kendaraan listrik, logam, elektronik, dan energi,” ujar Liza.

Dari kawasan Asia, Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,00 persen atau sesuai ekspektasi pasar.

Dari dalam negeri, Danantara diperkirakan menunda rencana penerbitan obligasi dolar AS bertenor 20 dan 30 tahun karena kondisi pasar obligasi global yang kurang kondusif. Lonjakan yield US Treasury mendorong investor meminta imbal hasil di kisaran tinggi 6 persen, lebih tinggi dari target Danantara di kisaran rendah 6 persen, sehingga perusahaan memilih menunggu momentum yang lebih baik.

Penundaan itu juga dipengaruhi sentimen pelemahan Rupiah, meningkatnya defisit transaksi berjalan, serta kehati-hatian investor terhadap rekam jejak Danantara yang masih relatif baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.