Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Jangan Hanya Jadi Perakit Mobil, Industri Komponen Harus Diperkuat

29 Minggu, 02 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ia mengusulkan agar pemerintah mewajibkan investor membangun pusat riset di Indonesia, meningkatkan keterlibatan insinyur lokal dalam kegiatan desain dan rekayasa, mengembangkan pemasok domestik dengan target yang terukur, serta menyediakan program pelatihan tenaga kerja yang dibiayai investor.

"Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat karena didukung pasar domestik yang besar dan sumber daya mineral strategis. Posisi itu seharusnya dimanfaatkan untuk memperoleh nilai tambah, bukan hanya menarik investasi," katanya.

Yusuf juga mengingatkan bahwa peluang Indonesia dalam industri kendaraan listrik tidak boleh hanya bergantung pada cadangan nikel.

Menurut dia, perkembangan teknologi baterai global menunjukkan sebagian produsen mulai beralih menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang tidak lagi bergantung pada nikel.

Karena itu, Indonesia perlu memperkuat inovasi melalui kolaborasi riset antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, menyusun standar nasional untuk teknologi baterai dan kendaraan listrik, serta memanfaatkan belanja pemerintah sebagai pasar awal bagi produk inovasi dalam negeri.

Pemerintah Optimistis

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia tengah memasuki fase baru sebagai basis produksi otomotif, termasuk kendaraan elektrifikasi.

Sepanjang semester I 2026, produksi kendaraan bermotor mencapai 615 ribu unit, meningkat 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan secara wholesales naik 15,9 persen menjadi 436 ribu unit.

Di sisi ekspor, kendaraan utuh (CBU) meningkat 7,7 persen, ekspor CKD naik 38 persen, sedangkan ekspor komponen melonjak 46 persen. Sementara impor kendaraan utuh turun 49 persen.

Untuk kendaraan elektrifikasi, penjualan mencapai 117 ribu unit atau tumbuh 69,4 persen secara tahunan. Angka tersebut setara 26,8 persen dari total penjualan kendaraan penumpang nasional, dengan sekitar 69 ribu unit merupakan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Agus menegaskan pemerintah tidak mengedepankan satu jenis teknologi otomotif dibandingkan teknologi lainnya.

"Kami tidak dalam posisi menempatkan satu teknologi sebagai lawan dari teknologi lain. Kendaraan listrik berbasis baterai, kendaraan hibrida, mesin pembakaran internal yang semakin efisien, serta pemanfaatan biodiesel dan bioetanol merupakan jalan menuju tujuan yang sama, yaitu emisi yang lebih rendah dan ketahanan energi yang lebih kuat," kata Agus.

Meski demikian, ia mengakui transisi menuju kendaraan ramah lingkungan harus dibarengi dengan pendalaman industri nasional.

"Transisi yang tidak disertai pendalaman industri hanya akan memindahkan ketergantungan kita dari satu bentuk impor kepada bentuk ketergantungan yang lain. Itu bukan transformasi," ujar Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
KPK Diminta Transparan Dala...
Luar Negeri
Dipertanyakan, Alasan The F...
Megapolitan
Sisa Kebakaran di Permukima...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.