Pemkot Samarinda Dorong Efisiensi dan Penguatan PAD, Siasati Penurunan Anggaran
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 15:00 WIB | Oleh: SriyonoSAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mendorong reformasi fiskal melalui efisiensi dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD, sebagai strategi mitigasi di tengah menyempitnya kemampuan anggaran daerah demi menjamin kesejahteraan masyarakat.
Menurut Andi Harun di Samarinda Minggu (2/8), penurunan kemampuan fiskal akibat kondisi ekonomi global menuntut pemerintah daerah berani mengambil keputusan taktis yang berpihak pada rakyat.
"Tidak bisa kita paksakan semua belanja sesuai visi dan misi kepala daerah. Kita harus bisa menekan belanja, terutama yang bisa ditunda,” tegas Andi Harun dalam Dialog Publik 'Membaca Potret Fiskal Kaltim 2027' yang digagas IKA PMII Kaltim di Samarinda.
Andi Harun mengatakan persoalan angka fiskal yang rumit harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang menyentuh kehidupan manusia.
Fokus utamanya adalah memastikan uang rakyat benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pastikan berdosa kalau APBD besar, tapi manfaatnya minim bagi masyarakat," ujar Andi Harun.
Sebagai langkah konkret dan radikal, Pemkot Samarinda memangkas habis belanja makan dan minum dinas yang sebelumnya mencapai Rp98 miliar.
Kegiatan seremonial yang tidak mendesak dievaluasi total. Selain itu, anggaran perjalanan dinas diperketat secara ekstrem hingga kini hanya dialokasikan sekitar Rp7 miliar, dengan pengelolaan terpusat di Sekretariat Daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau ada kepala dinas yang mau melakukan perjalanan dinas, harus atas persetujuan kepala daerah langsung. Ini cara kita melakukan efisiensi ekstrem,” urai Andi Harun.
Aksi penghematan ini dimulai langsung dari dirinya sendiri. Sejak Januari hingga Agustus 2026, Andi Harun mengaku baru melakukan perjalanan dinas sebanyak dua kali untuk agenda yang sangat mendesak. Bahkan, saat diundang menjadi narasumber di luar daerah, ia menolak menggunakan fasilitas negara.
"Saya pakai dana pribadi. Sebagai pimpinan, kita harus bisa memberikan contoh yang baik terlebih dahulu kepada jajaran,” tuturnya.
Selain memangkas pengeluaran, Andi Harun memperkuat fondasi utama fiskal daerah melalui PAD yang saat ini berada di kisaran Rp1,2 triliun. Ia memacu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mandiri dan menjadi kekuatan ekonomi baru.
"BUMD tidak boleh lagi menjadi beban yang menyusu pada APBD, melainkan harus menghasilkan keuntungan bagi daerah," katanya.
Ia mengatakan saat ini hampir seluruh BUMD Samarinda kini telah memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!