Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Obituari - Nasirun, Maestro Perupa Indonesia yang Membumi

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis

Alfi mengenal Nasirun sejak sekitar awal 1990-an. Dalam ingatannya, Nasirun adalah pribadi yang sangat rendah hati. Ia tidak pernah menjadi besar kepala ketika dipuji, sekaligus tidak pernah sakit hati ketika dicela atau dimaki.

Bagi Alfi, Nasirun merupakan sosok yang telah selesai dengan urusan dunia dan dirinya sendiri, sehingga tidak lagi terikat pada hal-hal yang bersifat duniawi.

"Orang yang sudah lost stang. Kalau dalam dunia tasawuf itu orang yang sudah selesai dengan dirinya, bahkan dihajar, dimaki setengah mati pun cuma membalas dengan ketawa," katanya.

Selain rendah hati, Nasirun juga dikenal gemar berbagi. Ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang mengalami kesulitan. Perhatian besarnya kepada para seniman muda juga menjadi kenangan yang membekas. Ia tidak pernah membeda-bedakan siapa pun.

"Orang yang ketika laparnya setengah mati tapi saat melihat orang lapar di sebelahnya, dia akan memberikan roti yang siap di makan ke orang di sebelahnya itu," ujarnya.

Yang paling membuat Alfi kagum adalah bagaimana Nasirun tetap mempertahankan kesederhanaannya meski telah menjadi seniman berkelas internasional. Karyanya dipamerkan di berbagai negara, tetapi ia tetap hadir dan terlibat dalam kegiatan seni di lingkungan akar rumput, bahkan hingga tingkat RT.

"Kadang kan saya gojek sama dia, 'Sosok kayak kamu itu udah pameran internasional di mana-mana, tapi pameran RT antar gang aja tetap mau'," kata Alfi menirukan percakapannya dengan Nasirun.

Hidup Tanpa Gawai

Musisi sekaligus personel Jogja Hip Hop Foundation, Marzuki Mohamad, juga mengaku mengagumi kerendahan hati Nasirun. Penampilannya yang nyentrik, tetapi sederhana, ramah, dan ringan tangan menjadi inspirasi tersendiri baginya.

"Di luar karyanya yang luar biasa, dia adalah orang yang sangat sederhana," kata Marzuki.

Salah satu hal yang paling dikagumi Marzuki adalah keputusan Nasirun untuk tidak bergantung pada gawai di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurut dia, pilihan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan Nasirun dari banyak seniman lain yang kerap mempertimbangkan algoritma media sosial dalam proses berkarya.

"Nah Pak Nasirun ini tidak. Dia tidak mau terpenjara oleh tuntutan algoritma media sosial itu dan karyanya pun tetap kontekstual," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Bupati Malinau Ajak Warga B...

Laut Pulau Bugia Gorontalo Makan Korban Seorang Mahasiswa

12 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Laut Pulau Bugia Gorontalo ...

Fashion Juga Dapat Menjadi Andalan Ekonomi Daerah

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Fashion Juga Dapat Menjadi ...
Daerah
Pendapatan Sleman Diakui Cu...
Nasional
Bapanas Sebut Penyaluran Ba...

Isu Lingkungan Jadi Perhatian Saat Hari Harimau

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Isu Lingkungan Jadi Perhati...
Olahraga
Perjuangan Keras Akhirnya M...

Banggar Segera Bahas Rencana Oblikasi Jakarta

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Banggar Segera Bahas Rencan...

Warga Daerah Tetap Bersemangat Melestarikan Situs

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Daerah Tetap Berseman...

Orang Miskin di Pekalongan Dibantu Memiliki Rumah

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Orang Miskin di Pekalongan ...

Aldila Sutjiadi Juara Ganda WTA 500 DC Open 2026

Aldila Sutjiadi Juara Ganda WTA 500 DC Open 2026

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.