Obituari - Nasirun, Maestro Perupa Indonesia yang Membumi
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, pilihan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan Nasirun dari banyak seniman lain yang kerap mempertimbangkan algoritma media sosial dalam proses berkarya.
"Nah Pak Nasirun ini tidak. Dia tidak mau terpenjara oleh tuntutan algoritma media sosial itu dan karyanya pun tetap kontekstual," katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan sastrawan dan budayawan R. Gabriel Possenti Sindhunata, yang akrab disapa Romo Sindhu. Bagi dia, Nasirun adalah pribadi yang penuh tawa, bebas, dan tidak ingin terikat oleh apa pun, termasuk gawai.
"Itu menandakan bahwa ia tidak tergantung apa pun, termasuk kemajuan maupun fasilitas," ujarnya.
Romo Sindhu menilai Nasirun memiliki aura yang memancarkan kebaikan sehingga membuat siapa pun merasa dekat dengannya. Tanpa telepon genggam sekalipun, hubungan sosial Nasirun tetap terjalin erat karena ia selalu hadir dan membantu banyak orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!