Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Migran di Ceuta, Prancis dan Italia Perketat Pengawasan Perbatasan

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krisis Migran di Ceuta, Prancis dan Italia Perketat Pengawasan Perbatasan Doc: AFP
Ket. Ribuan migran menyeberang dari Maroko menuju Ceuta, memicu krisis baru yang dihadapi Spanyol dan Uni Eropa.

Ceuta, Spanyol - Uni Eropa menghadapi salah satu krisis migran terbesar dalam beberapa tahun terakhir setelah sekitar 60.000 migran memasuki wilayah kantong Spanyol, Ceuta, di Afrika Utara, dalam beberapa hari terakhir. Otoritas Spanyol menyatakan sedikitnya 67 orang tewas saat mencoba menyeberang ke wilayah tersebut.

Lonjakan migran itu mendorong sejumlah negara Eropa memperketat pengawasan perbatasan. Prancis meningkatkan pemeriksaan di perbatasannya dengan Spanyol, sementara Italia menangguhkan sementara penerapan Perjanjian Schengen dengan Spanyol selama satu bulan.

Menurut Presiden Pemerintah Daerah Ceuta, Juan Jesus Vivas, para migran memasuki Ceuta dari Maroko. Namun hingga Jumat malam, lebih dari 48.000 orang telah dipulangkan kembali ke Maroko.

Untuk mencapai Ceuta, banyak migran berenang mengitari pagar perbatasan yang menjorok ke Laut Mediterania.

Pemerintah Spanyol pada Sabtu mengumumkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 67 orang, termasuk mereka yang tenggelam di laut maupun yang tewas akibat berdesakan saat mencoba melintasi tanggul pemecah ombak di perbatasan.

Prancis dan Italia Perketat Perbatasan

Gelombang migran tersebut memicu respons cepat dari negara-negara Eropa.

Prancis memperketat pemeriksaan di perbatasan dengan Spanyol dan meningkatkan jumlah aparat keamanan hingga lima kali lipat menjadi 334 polisi dan gendarmerie.

Sementara itu, Italia mengumumkan penangguhan sementara penerapan Perjanjian Schengen dengan Spanyol. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Sabtu dan akan berlangsung selama satu bulan.

Sejumlah negara Eropa bahkan mengusulkan agar keanggotaan Spanyol dalam kawasan bebas pergerakan Schengen ditangguhkan. Namun Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan integritas kawasan Schengen tetap terjamin.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump memanfaatkan krisis tersebut untuk kembali mendorong kebijakan imigrasi yang lebih ketat.

Spanyol Kerahkan Militer

Pemerintah Spanyol segera mengirim tambahan personel militer, polisi, drone, penyelam, dan kapal ke Ceuta. Perdana Menteri Pedro Sanchez bersama Menteri Dalam Negeri juga mengunjungi wilayah tersebut pada Jumat.

Sepanjang Jumat malam hingga Sabtu dini hari, jurnalis AFP menyaksikan kelompok-kelompok migran muda berkeliaran di pantai dan jalanan Ceuta. Puluhan pria terlihat tidur di pasir.

Kawasan itu dijaga ketat aparat keamanan. Sebagian migran memilih kembali ke Maroko sambil melambaikan tangan kepada petugas dan mengucapkan "adios" sebelum melintasi perbatasan.

Di dalam kota, banyak toko tutup dan perayaan tahunan dibatalkan akibat situasi darurat tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Perkuat Konektivitas...
Nasional
PT KAI: Pelangan Kereta Pet...
Olahraga
Leo/Daniel Raih Gelar Juara...

Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Sekolah Rakyat

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan Ketersediaa...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.