Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan
📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 13:51 WIB | Oleh: Tim Penulis"Tiba-tiba semua mendengar perbatasan dibuka dan ada anak-anak muda yang berhasil menyeberang. Akhirnya semua datang ke sini," ujarnya.
Serangan dan Pelanggaran
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengunjungi Ceuta pada Jumat setelah wilayah itu mengalami gelombang kedatangan migran terbesar sejak Mei 2021.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai "serangan" dan "pelanggaran terhadap integritas wilayah Spanyol".
Sebaiknya Anda baca juga:
Video yang beredar luas memperlihatkan sejumlah migran, termasuk anak-anak dan remaja, merayakan keberhasilan mereka mencapai wilayah Spanyol. Sebagian bahkan hanya mengenakan pakaian renang dan sandal jepit sambil meneriakkan, "Selamat tinggal Maroko, halo Spanyol."
Stasiun televisi lokal El Faro juga menayangkan rekaman seorang gadis berusia 14 tahun yang mengacungkan tanda kemenangan setelah berhasil memasuki wilayah Spanyol.
Menjelang fajar, aparat Maroko meningkatkan pengamanan dengan mengerahkan puluhan personel, meriam air, dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Beberapa perempuan lanjut usia turut dievakuasi dari lokasi bentrokan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian massa membalas dengan melempar batu dan menggunakan ketapel ke arah petugas.
Puluhan kendaraan, termasuk taksi informal yang digunakan calon migran menuju perbatasan, terbakar dalam kerusuhan tersebut.
Pada sore hari, situasi mulai mereda. Truk-truk dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai kendaraan yang hangus, sementara puluhan migran yang gagal memasuki Ceuta terlihat meninggalkan kawasan perbatasan menuju pedesaan.
Banyak di antara mereka datang dari kota-kota yang jauh, seperti Marrakesh dan Kenitra, setelah mendengar kabar adanya kesempatan untuk mencapai wilayah Eropa.
Abdelhakim, calon migran lainnya yang juga gagal menyeberang, mengaku berjalan sejauh 14 kilometer melewati pegunungan untuk mencapai perbatasan Maroko-Spanyol.
"Sesampainya di sini kami disuruh menyeberang lewat laut. Saya sempat tenggelam dan melihat dua orang meninggal tepat di depan mata saya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!