Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Energi Harus Didukung Kepastian dan Konsistensi Regulasi

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pada waktu lain, Program Manager & Research Lead for Just Energy Transition and Climate Action The Habibie Center, Irvan Tengku Harja, menilai pergeseran investasi global ke energi bersih menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan industri hijau.

Perubahan lanskap investasi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyiapkan kebijakan industri yang mampu menarik investasi sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Irvan mengatakan pengembangan industri hijau tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi harus didukung kebijakan yang memberikan kepastian bagi investor dan kelestarian lingkungan hidup. Pemerintah, kata dia, perlu menyelaraskan kebijakan energi, industri, perdagangan, investasi, hingga lingkungan hidup agar mampu membangun ekosistem industri hijau yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Indonesia jelas Irvan memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok global energi bersih, terutama melalui pengembangan industri baterai, kendaraan listrik, panel surya, dan berbagai teknologi rendah karbon lainnya. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila Indonesia mampu memperkuat kapasitas manufaktur dalam negeri dan mendorong alih teknologi, bukan sekadar menjadi pemasok bahan baku mineral kritis.

Diakui, persaingan menarik investasi hijau kini semakin ketat karena banyak negara telah menawarkan insentif fiskal, kemudahan regulasi, serta pembangunan kawasan industri rendah emisi. Indonesia pun perlu bergerak lebih cepat agar tidak kehilangan momentum ketika perusahaan global mulai merelokasi rantai pasoknya ke negara yang dinilai lebih siap.

“Transisi energi global harus dipandang sebagai strategi pembangunan industri, di samping agenda pengurangan emisi. Indonesia memiliki modal sumber daya yang kuat, tetapi keunggulan itu harus didukung kebijakan yang konsisten, kepastian regulasi, serta pengembangan teknologi dan SDM agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Irvan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.