Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintahan Trump Larang Robot Humanoid Buatan Tiongkok

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 11:15 WIB | Oleh:
Pemerintahan Trump Larang Robot Humanoid Buatan Tiongkok Doc: BBC/VCG
Ket. Tiongkok adalah produsen robot humanoid terbesar di dunia.

JAKARTA - Pemerintahan Trump mengumumkan larangan impor robot humanoid buatan luar negeri ke AS karena risiko terhadap keamanan nasional Amerika.

Menurut laporan BBC, langkah ini berlaku untuk robot canggih - termasuk robot humanoid dan robot berkaki empat. Banyak di antaranya dibuat di Tiongkok, yang bersaing dengan AS dalam pengembangan robotika dan kecerdasan buatan (AI).

Komisi Komunikasi Federal (FCC) juga melarang impor inverter daya - perangkat yang digunakan di pusat data dan panel surya - yang menurut mereka juga dapat menimbulkan risiko bagi perekonomian AS.

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington mengatakan Beijing telah lama menentang "politisasi" isu perdagangan dan sanksi yang dilakukan AS berdasarkan "dalih yang tidak berdasar".

Ketua FCC Brendan Carr mengatakan lembaga tersebut melakukan bagiannya "untuk mengamankan rantai pasokan penting Amerika".

FCC telah menambahkan barang-barang tersebut ke Covered List - daftar barang dan jasa yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional AS.

Larangan yang diumumkan pada hari Selasa (28/7) tersebut berlaku untuk perangkat robot canggih dan inverter daya baru buatan luar negeri dan tidak mencegah penjualan atau impor model yang sudah ada yang sebelumnya telah diizinkan oleh FCC.

FCC menyebutkan kekhawatiran bahwa penggunaan inverter buatan luar negeri dapat memungkinkan perusahaan luar negeri untuk mematikannya, mencuri data, memfasilitasi akses jarak jauh dan pengawasan oleh "aktor pemerintah asing, atau dieksploitasi melalui serangan siber".

Ditambahkan pula bahwa penggunaan robot yang dibuat di luar AS dapat memungkinkan "aktor jahat untuk memata-matai warga Amerika, meningkatkan kemampuan dinas intelijen asing, atau untuk mengendalikan robot dari jarak jauh".

Kedubes Tiongkok di Washington juga mengatakan Beijing akan "mengambil semua tindakan yang diperlukan" sebagai tanggapan terhadap setiap langkah yang merugikan kepentingannya, dan mendesak semua negara untuk bekerja sama mengembangkan AI "untuk kebaikan dan manfaat yang lebih besar".

Pernyataan itu menyerukan AS untuk "meninggalkan pola pikir hegemoniknya, dan berhenti menjelek-jelekkan perusahaan-perusahaan Tiongkok serta mengancam mereka dengan sanksi".

Produsen robot Tiongkok seperti Unitree, UBTech, dan AgiBot, telah dihubungi BBC untuk dimintai komentarnya.

Ekspor Tiongkok telah menjadi sasaran pengawasan ketat oleh AS seiring upaya pemerintahan Trump mengatasi ketidakseimbangan perdagangan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Meskipun menjadi pengekspor kendaraan listrik terbesar di dunia, Tiongkok secara efektif terpinggirkan dari pasar Amerika karena tarif yang tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Olahraga
Target Podium Ana/Trias Mak...
Olahraga
Pogba dan AS Monaco Putus K...

Kkorban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kkorban Gempa NTT Bertambah...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.