Awanpintar Luncurkan Peta Ancaman Siber dengan Fitur Intelijen Berbasis Data
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 11:43 WIB | Oleh: Haryo BronoPembaruan platform tersebut juga dilakukan ketika aktivitas serangan siber yang dipantau Awanpintar menunjukkan sejumlah pola yang perlu mendapat perhatian.
Berdasarkan pemantauan sistem Awanpintar, aktivitas serangan saat ini banyak didominasi oleh botnet dan automated scanning. Kedua aktivitas tersebut dapat digunakan pelaku untuk melakukan pemindaian terhadap infrastruktur digital dan mencari perangkat atau layanan yang memiliki celah keamanan.
Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas credential attack yang menargetkan layanan remote seperti Remote Desktop Protocol (RDP), Virtual Network Computing (VNC), dan Secure Shell (SSH).
Credential attack merupakan serangan yang memanfaatkan kredensial, seperti nama pengguna dan kata sandi, untuk memperoleh akses ke sistem. Serangan terhadap layanan remote menjadi perhatian karena layanan tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju jaringan internal apabila tidak dikonfigurasi dan diamankan dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Awanpintar juga mencatat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku serangan siber berpotensi meningkatkan kecepatan otomatisasi serangan, termasuk dalam upaya mencari dan mengeksploitasi kerentanan baru.
Dalam keterangan perusahaan, salah satu contoh yang disebut adalah kerentanan dengan kode CVE-2026-xxxxx. Namun, kode tersebut belum merupakan identifikasi CVE yang lengkap sehingga detail kerentanan spesifik yang dimaksud belum dapat dipastikan dari informasi yang diberikan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan kerentanan secara proaktif, termasuk melakukan pembaruan perangkat lunak, patching, pemantauan aktivitas jaringan, serta penguatan autentikasi pada layanan yang dapat diakses dari internet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dorong kolaborasi keamanan siber
Awanpintar menyatakan pembaruan peta ancaman digital tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu profesional keamanan, tetapi juga meningkatkan pemahaman publik mengenai perkembangan ancaman siber di Indonesia.
Platform tersebut menyediakan informasi mengenai aktivitas ancaman siber secara real-time yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi untuk memahami pola serangan yang terpantau.
Yudhi menilai penguatan keamanan infrastruktur digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi, perusahaan, praktisi IT, hingga pengguna layanan digital.
“Keamanan siber adalah tanggung jawab kita bersama; setiap individu berkontribusi dalam menjaga keamanan infrastruktur digital,” ujarnya.
Peta Ancaman Digital Awanpintar versi terbaru telah tersedia untuk publik. Platform tersebut dapat diakses melalui situs resmi Awanpintar untuk melihat visualisasi dan dashboard informasi ancaman siber yang dipantau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!